Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Pengawas Haji DPR 2026 berencana mengundang Kementerian Haji dan Umrah, MUI dan mahir fiqih dan tokoh kepercayaan untuk membicarakan sejumlah persoalan dan polemik selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Salah satunya, soal pembayaran dam alias denda bagi jemaah nan melanggar larangan ihram, meninggalkan wajib haji. Masalah lain nan juga bakal dibahas adalah pembentukan lembaga resmi nan menangani badal haji
Ketua Tim Pengawas Haji DPR nan juga Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan undangan bakal dilayangkan setelah pihaknya mengevaluasi total penyelenggaraan haji tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah pertimbangan penyelenggaraan ibadah haji ini, kita bakal mengundang Kementerian Haji, Majelis Ulama Indonesia, serta para kiai-kiai mahir fikih untuk berbincang gimana pengambilan keputusannya agar umat tetap dapat kemashlatan," katanya di Makkah, Minggu (31/5).
Sejumlah rumor dan polemik mengemuka dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini salah satunya soal penipuan berkedok badal haji. Penipuan berkedok jasa badal haji tersebut diduga melibatkan WNI.
Modus nan mereka gunakan adalah menawarkan badal haji ke jemaah dengan beragam iming-iming. Tapi, diduga penipu tersebut tidak menjalankan jasa mereka sebagaimana telah dijanjikan.
Isu lain soal pembayaran dam. Polemik muncul mengenai letak pembayaran dam. Beberapa hari belakangan kemarin muncul perbedaan pandangan soal letak pembayaran dam.
MUI menyebut dam kudu dilaksanakan di Tanah Haram. Sementara itu, Muhammadiyah membolehkan dam dibayar alias disembelih di tanah air.
Terkait badal haji, Cucun mengusulkan agar penipuan bisa diatasi, pemerintah kudu membentuk lembaga resmi badal haji. Ia berambisi Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrahlah nan menjembatani pembentukan lembaga itu.
"Sehingga betul-betul jelas siapa nan membadalkan, siapa nan menerima badalnya, kemudian pelaksanaannya juga betul-betul terawasi dan terkontrol oleh Kementerian Haji," katanya.
(agt/har)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·