Bagi Fabio Cannavaro Basket adalah Tempat Belajar Kehidupan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Fabio Cannavaro bersiap free throw di pertandingan Campus League Basketball Regional Samarinda, di GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Campus League

Bagi sebagian orang, basket adalah soal kesehatan dan kebugaran. Tapi, bagi Fabio Cannavaro, basket jauh lebih dari itu. Ia adalah ruang menempa diri, melatih kesabaran, dan belajar menghadapi tekanan hidup.

Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul) ini memulai perjalanannya di olahraga ini sejak kelas 7 SMP, terinspirasi dari sang kakak nan sekarang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro. Awalnya, motivasinya sederhana: mau bisa bermain berbareng dan meraih juara berdua.

Namun seiring waktu, dia menemukan sesuatu nan jauh lebih besar di kembali setiap dribble dan lemparan bola.

"Saya main basket ini untuk mengambil pelajaran hidup. Di basket, saya melatih mental, melatih pikiran. Saya bisa belajar untuk lebih sabar, itu semua berasal dari basket," ucap Fabio Cannavaro saat berbincang dengan kumparan di GOR Sempaja, Samarinda, Minggu (10/5).

Fabio Cannavaro saat diwawancari kumparan di GOR Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Jawaban itu memang terdengar tak biasa dari seorang pemain nan tetap berumur 19 tahun. Tapi bagi Fabio, perspektif itu lahir dari pengalaman nyata nan dia rasakan sendiri.

Fabio mengambil bidang teknik, salah satu program studi nan dikenal paling menguras tenaga dan pikiran di perguruan tinggi. Di masa padat-padatnya kuliah, dia mengaku hanya tidur dua jam sehari sementara di lain sisi tekanan datang bertubi-tubi: dari kakak tingkat, pengajar hingga laporan mingguan nan deadline-nya tak kenal kompromi.

Tapi, di tengah semua angin besar itu Fabio tetap bisa bertahan. Itu semua berkah latihan mental dari basket nan ditempa di lapangan.

"Yang dibutuhkan di perkuliahan teknik itu mental plus fisik. Karena saya sudah punya pengalaman di basket, sudah melatih keduanya, itu terbawa ke perkuliahan," jelas Fabio.

Lebih dari itu, basket juga mengajarkan Fabio langkah mengelola waktu dengan disiplin. Ia punya prinsip nan dipegang teguh: selesaikan semua tanggungjawab kuliah terlebih dahulu, baru turun ke lapangan. Basket bukan jalan keluar dari tanggung jawab, melainkan bingkisan setelah tanggung jawab itu ditunaikan.

"Saya menganggap basket ini tempat healing, bukan tempat nan bikin pusing. Jadi sebisa mungkin saya selesaikan tugas dulu, dan reward-nya ada di basket," ungkapnya.

Fabio Cannavaro (Kanan) bersalaman dengan rekan setimnya Universitas Mulawarman di pertandingan Campus League Basketball Regional Samarinda, di GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Campus League

Perjuangan Fabio mengorbankan waktu santainya untuk akademik plus basket tak sia-sia. nan terbaru, dia sukses membawa Universitas Mulawarman menjadi juara di Campus League Basket Regional Samarinda Season 1 setelah menguasai papan klasemen dengan poin sempurna. Tiga kali bertanding, Fabio dkk sukses mengalahkan semua lawannya.

Tak hanya juara, Fabio Cannavaro cs juga sukses menggenggam tiket ke Campus League The Nationals. Targetnya tidak muluk-muluk, dia hanya mau mengukur keahlian diri dan pulang membawa pelajaran baru.

“Kalau memandang secara perseorangan maupun tim, mungkin pengin dapat pelajaran baru kelak jika di nasional. Pengen ngukurlah seberapa kuat alias sebisa mana kami untuk melangkah di nasional,” pungkas Fabio Cannavaro.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan