Bagaimana Nasib Tamu Hotel Sultan yang Terlanjur Booking?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menjelaskan nasib para tamu nan telah terlanjut memesan bilik di Hotel Sultan setelah proses eksekusi dan pengambilalihan aset dilakukan pada Kamis (18/6).

Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan tamu nan memesan dalam waktu dekat, diminta untuk datang ke posko nan dibuka di sekitar Hotel Sultan.

"Kalau nan dalam waktu dekat misalnya besok alias hari ini alias lusa, silakan langsung datang ada di posko kami, ada Crisis Center. Tadi ada beberapa sebetulnya sudah datang dan langsung pindah ke beberapa hotel nan ada di area Senayan," kata Rakhmadi di Hotel Sultan, Kamis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dia mengatakan pengelola GBK tidak memberikan kompensasi karena perjanjian dilakukan tamu dengan pengelola lama Hotel Sultan ialah pihak PT Indobuildco.

"Mereka memang lantaran booking sendiri dan ini izin kita kudu luruskan juga, mereka juga bayar sendiri juga," ujarnya.

Ia mengatakan PPKGBK bakal mendata tamu-tamu nan sudah memesan di Hotel Sultan.

"Nanti dari teman-teman norma pastinya juga mencoba membantu sebisa mungkin antara hubungan booking alias kontraktual para pihak alias konsumen nan kami mengerti mereka juga memesannya bisa dari online ataupun langsung kepada pihak nan lalu. Jadi dari sampai situ kita biar bisa bantu sampai kita cross-check dulu," katanya.

Dalam kesempatan nan sama, kuasa norma PPKGBK, Chandra M Hamzah, menegaskan perjanjian pemesanan bilik terjadi antara konsumen dengan pengelola Hotel Sultan sebelumnya, ialah PT Indobuildco, bukan dengan PPKGBK.

Menurutnya, PPKGBK tidak punya ikatan perjanjian dengan para konsumen itu.

"Jadi nan punya tanggungjawab menyediakan sarana adalah Indobuildco. PPKGBK tidak ada ikatan perjanjian dengan mereka, tetapi, catatan kami begini, di website PPKGBK juga sudah disampaikan, bahwa ini bakal dilakukan eksekusi tanggal 18. Kalau memesan sementara sudah tahu bakal dieksekusi, itikadnya adalah itikad, silakan pikirkan sendiri," kata Chandra.

Chandra juga mengungkap PPKGBK tetap mendata penunggu nan tetap berada di area hotel maupun apartemen.

Pendataan itu untuk memastikan apakah penunggu tersebut merupakan tamu nan betul-betul menginap alias sengaja ditempatkan menjelang proses eksekusi.

"Ada penghuni, tetapi sedang dalam pendataan. Kita bakal minta, kita bakal minta mereka, apakah mereka penunggu nan genuine alias penghuni-penghunian nan disuruh untuk staycation di sini. Kita cek, sedang dicek namanya, alamatnya, bukti pembayarannya, sampai berapa lama, sehari kah, dua hari kah, tiga hari kah," ujar dia.

Kericuhan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan pada hari ini. Massa penolak eksekusi sempat melempari petugas dengan batu hingga botol air mineral.

Petugas pun menyemprot massa menggunakan water canon sebagai respon atas tindakan pelemparan tersebut. Sebanyak 119 orang ditangkap polisi imbas kericuhan.

Selain itu, 29 orang juga dilaporkan terluka akibat kericuhan tersebut, mulai dari personel Polri, TNI hingga masyarakat sipil.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional