Badan Geologi: Suara Dentuman di Jabar dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta -

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, memastikan bunyi dentuman hingga getaran nan terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat berangkaian dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mengatakan kejadian itu juga mempunyai kesesuaian dengan waktu erupsi gunung tersebut.

"Kami perjelaskan juga bahwa pada tanggal 4 sampai 5 September 2026, ada bunyi dentuman tadi dan getaran pada kaca serta pintu nan dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Tentunya ini kita apa namanya, memandang bahwa kesesuaian waktu dan erupsi gunung api Krakatau dan sinyal pada stasiun pemantauan di Jawa Barat mendukung kuat bahwa kejadian tersebut berasal dari gelombang akustik erupsi gunung api Krakatau," kata Lana dalam konvensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Lana mengatakan gelombang akustik erupsi itu dapat merambat jauh dalam atmosfer tertentu. Ia pun mencontohkan erupsi Gunung Kelud nan terdengar hingga Jawa Tengah, termasuk Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur terdengar sampai Maumere dan Pulau Alor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gelombang akustik berfrekuensi rendah, ini dapat merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu dan dirasakan sebagai dentuman maupun getaran. Dan kejadian serupa ini pernah terjadi di beberapa gunung api nan erupsi, contohnya ketika erupsi Gunung Kelud terdengar hingga Jawa Tengah dan Gunung Lewotobi Laki-laki terdengar hingga Maumere dan Pulau Alor," kata dia.

Lana lantas menjelaskan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung dan Bengkulu. Badan Geologi mengimbau masyarakat tak beraktivitas di luar ruangan terlebih dahulu.

"Dan berasas campuran info erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, info VAAC Darwin serta analisa gambaran satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana.

"Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah berjuntai pada arah dan kecepatan hujan abu. Oleh lantaran itu, seperti nan tadi saya sampaikan, diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti info resmi dari pemerintah," imbuhnya.

(dwr/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News