Badai Tropis Arthur Mengancam AS: Texas hingga Carolina Siaga Banjir Besar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Texas hingga Carolina Siaga Banjir Besar Ilustrasi.(Magnific)

GANGGUAN tropis pertama dalam musim angin besar Atlantik tahun ini mulai menunjukkan kekuatannya. Fenomena cuaca ini diprediksi bakal mengguyur wilayah luas mulai dari Texas Timur hingga Carolina, membawa akibat banjir bandang nan signifikan bagi jutaan masyarakat di sepanjang pesisir selatan Amerika Serikat.

Hingga Selasa (16/6) pagi waktu setempat, peringatan waspada banjir diberlakukan di wilayah nan membentang dari Texas hingga Mississippi. Badai petir dahsyat dilaporkan mulai bergemuruh di dekat pantai Texas, berdekatan dengan pusat sistem angin besar nan berada di bagian selatan negara bagian tersebut.

Potensi Badai Tropis Arthur

National Hurricane Center (NHC) menyatakan bahwa hingga Kamis (18/6), gangguan ini mempunyai kesempatan sebesar 60 persen untuk berkembang menjadi angin besar tropis berdurasi singkat. Jika sistem ini menguat dan diberi nama, dia bakal menjadi angin besar pertama dalam daftar tahun ini dengan nama Arthur.

Terlepas dari apakah sistem ini bakal mencapai kekuatan angin besar tropis alias tidak, para mahir meteorologi memperingatkan ada akibat tinggi curah hujan berlebih. "Pihak-pihak di wilayah selatan dan timur Texas serta sebagian Louisiana dan Mississippi harus bersiap menghadapi periode hujan lebat selama beberapa hari ke depan nan dapat menghasilkan banjir bandang, banjir perkotaan, dan luapan sungai nan menakut-nakuti jiwa," tulis NHC dalam pembaruan resminya.

Peringatan Dini: Curah hujan antara 6 hingga 12 inci (15-30 cm) diprediksi bakal melanda koridor Texas Timur hingga Alabama, dengan beberapa titik lokal berpotensi menerima curah hujan lebih dari satu kaki (30 cm).

Respons Darurat di Texas

Gubernur Texas, Greg Abbott, mengumumkan bahwa pusat operasi darurat negara bagian bakal beraksi 24 jam penuh untuk membantu pejabat lokal. Banjir kilat dilaporkan sudah mulai terjadi sejak Senin di wilayah Austin hingga Lembah Rio Grande, San Antonio, dan Waco.

Di Houston, wilayah metropolitan terbesar di Texas dengan nyaris 8 juta penduduk, Wali Kota John Whitmire menginstruksikan petugas pekerjaan umum untuk menurunkan level air di Danau Houston sebagai langkah antisipasi. Barikade disiapkan di letak rawan banjir, sementara tim pemadam kebakaran dan kepolisian menyiagakan kendaraan penyelamat air tinggi serta perahu di seluruh penjuru kota.

Pola Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

Sistem nan bergerak lambat ini mempunyai kemiripan dengan angin besar tropis Barry dan Chantal nan membawa banjir katastropik ke Texas dan Carolina Utara pada tahun lalu. Hal ini menjadi pengingat bahwa sistem cuaca nan lemah sekalipun dapat memberikan akibat nan menghancurkan melalui ancaman air.

Data menunjukkan bahwa 80 persen kematian akibat siklon tropis Atlantik disebabkan oleh ancaman air. Analisis terbaru juga menyoroti kerentanan wilayah selatan Amerika Serikat terhadap curah hujan ekstrem nan dipicu oleh meningkatnya kadar kelembapan atmosfer. Dengan rekor kelembapan dunia pada 2024 dan potensi El Nino nan kuat, akibat cuaca ekstrem ini diprediksi bakal terus meningkat di masa mendatang.

Sistem angin besar ini diperkirakan bakal bergerak perlahan melintasi Texas Timur hingga Kamis, sebelum merendam Louisiana, Mississippi, Alabama, dan Georgia hingga Jumat, dan akhirnya bergerak menuju lepas pantai Carolina. (Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia