Badai Matahari November 2025 Ganggu GPS Amerika, Akurasi Bergeser 10 Meter

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Badai Matahari November 2025 Ganggu GPS Amerika, Akurasi Bergeser 10 Meter Ilustrasi.(Magnific)

BADAI Matahari nan terjadi pada November 2025 tidak hanya menghasilkan kejadian aurora nan memukau di sejumlah wilayah Amerika Serikat. Aktivitas Matahari nan kuat tersebut dilaporkan memicu gangguan signifikan pada sistem navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) di beragam kawasan.

Gangguan ini berakar dari serangkaian aktivitas Matahari nan menghasilkan coronal mass ejections (CME) alias lontaran massa korona. Saat material dan medan magnet dari Matahari menghantam Bumi, hubungan tersebut mengganggu medan magnet planet dan memicu badai geomagnetik nan kuat.

Skala Gangguan G4: Kategori Parah

Lembaga NOAA melalui Space Weather Prediction Center (SWPC) mencatat bahwa angin besar geomagnetik ini mencapai level G4 alias kategori parah pada 12 November 2025. Skala NOAA sendiri berkisar dari G1 hingga nan terkuat G5, menempatkan peristiwa ini sebagai salah satu tingkat gangguan tertinggi.

Dampak dari aktivitas geomagnetik nan kuat ini memengaruhi beragam prasarana teknologi kritis, meliputi:

  • Operasi satelit di orbit Bumi.
  • Komunikasi radio gelombang tinggi.
  • Sistem navigasi dan penentuan waktu berbasis GPS.

U.S. Geological Survey (USGS) mengonfirmasi bahwa angin besar magnetik dengan intensitas nan terjadi pada 11-12 November 2025 tersebut mempunyai potensi besar mengganggu sinyal penentuan posisi dan sinkronisasi waktu GPS.

Penyebab Akurasi GPS Bergeser 10 Meter

Gangguan GPS terjadi lantaran sinyal satelit kudu melewati ionosfer, ialah lapisan atmosfer nan dipenuhi partikel bermuatan listrik. Ketika angin besar geomagnetik mengubah kondisi ionosfer secara drastis, perjalanan sinyal satelit mengalami distorsi nan memengaruhi kecermatan info di permukaan Bumi.

Dampak Nyata: Di sejumlah wilayah terdampak di Amerika Serikat, kesalahan posisi mendatar pada sistem GPS dilaporkan dapat melampaui 10 meter.

NOAA menjelaskan bahwa distorsi sinyal ini berakibat luas pada beragam sektor profesional, mulai dari penerbangan, pelayaran, pertanian presisi, pengeboran, hingga operasional drone dan teknologi navigasi modern lain.

Pentingnya Mitigasi Cuaca Antariksa

Meskipun angin besar pada November 2025 ini tidak sampai melumpuhkan sistem kelistrikan nasional di Amerika Serikat, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras mengenai kerentanan teknologi modern. Ketergantungan manusia pada sinyal navigasi satelit membikin perubahan kondisi di ruang angkasa dapat berakibat langsung pada aktivitas ekonomi dan keselamatan di Bumi.

Pemantauan berkepanjangan oleh lembaga seperti NOAA dan USGS menjadi kunci untuk memberikan peringatan dini. Dengan info nan akurat, sektor-sektor nan berjuntai pada navigasi satelit dapat segera melakukan langkah mitigasi saat aktivitas Matahari mencapai intensitas tinggi.

Fenomena ini membuktikan bahwa di kembali keelokan sinar aurora di langit malam, terdapat kekuatan alam semesta nan bisa menantang ketahanan teknologi komunikasi dan navigasi manusia modern. (NOAA Space Weather Prediction Center/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia