Penyanyi muda Dinda Ghania kembali merilis karya baru berjudul Bad Connection. Berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, kali ini Dinda mengangkat cerita tentang seseorang nan berupaya mempertahankan hubungan, meski perlahan menyadari bahwa orang nan dicintainya sudah berubah.
Melalui lagu berkata Inggris tersebut, Dinda menggambarkan fase penyangkalan alias denial nan kerap muncul ketika hubungan asmara mulai merenggang. Seseorang tetap berupaya mencari argumen atas perubahan sikap pasangannya, padahal hubungan itu sebenarnya sudah tidak lagi melangkah seperti dulu.
Menurut Dinda, lagu ini lahir dari pengalaman emosional nan cukup dekat dengan banyak orang.
"Kalau memang ada masalah alias emosi nan berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan," ujar Dinda dalam keterangan tertulis.
Nuansa modern pop nan dipadukan dengan sentuhan dance-pop dan teen pop membikin Bad Connection tetap terdengar ringan meski mengangkat tema patah hati dan kehilangan rasa dalam hubungan.
Menariknya, Dinda melibatkan sejumlah nama dari industri musik internasional dalam proses imajinatif lagu tersebut. Produksi musiknya dipercayakan kepada Josh Cumbee, musisi asal Amerika Serikat nan pernah bekerja berbareng sederet bintang bumi seperti Madonna, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Rita Ora, hingga Taeyeon.
Sementara penulisan lirik dilakukan berbareng songwriter asal Malaysia, Gaston Pong.
Meski kembali merilis lagu berkata Inggris, Dinda menegaskan keputusan tersebut bukan lantaran mau meninggalkan bahasa Indonesia. Baginya, pemilihan bahasa semata-mata disesuaikan dengan kebutuhan cerita nan mau disampaikan.
Perilisan Bad Connection juga menjadi penanda kesibukan baru Dinda sepanjang 2026. Penyanyi kelahiran Jakarta, 10 November 2009 itu dijadwalkan tampil di dua pagelaran musik besar, ialah Prambanan Jazz Festival 2026 di Yogyakarta dan Lalala Fest 2026 di Jakarta.
Dalam dua penampilan tersebut, Dinda bakal tampil dengan format full band. Ia apalagi menyiapkan sejumlah aransemen baru agar lagu-lagunya terdengar berbeda dibanding jenis rekaman.
"Menurutku lagu-laguku bakal terasa lebih hidup ketika dibawakan berbareng band lantaran ada chemistry dan feel nan berbeda," katanya.
Nama Dinda Ghania sendiri mulai dikenal publik lewat sejumlah karya seperti Unfinished, Backseat Memories, dan Here's To Us. Selain aktif sebagai penyanyi, Dinda juga pernah menjajal bumi akting melalui movie Adagium nan dirilis pada 2023.
Sebelum merilis Bad Connection, Dinda sempat bekerja-sama dengan sejumlah musisi ternama Indonesia, mulai dari Melly Goeslaw, Yovie Widianto, hingga Ariel NOAH.
Profil Dinda Ghania
Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania merupakan penyanyi dan aktris muda nan mulai meniti pekerjaan ahli sejak 2020.
Namanya dikenal lewat sejumlah karya seperti Unfinished (2024), Backseat Memories (2025), dan Here's To Us (2025). Dinda juga sempat bekerja-sama dengan sejumlah musisi ternama Indonesia, mulai dari Melly Goeslaw dalam lagu Jangan Pernah Berubah, Yovie Widianto lewat Relung Hati, hingga Ariel NOAH dalam jenis akustik Never True.
Selain aktif di bumi musik, Dinda juga merambah bumi seni peran dan pernah tampil dalam movie Adagium nan dirilis pada 2023.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·