Azizah Bocah Pencari Rongsok yang Rawat Ayah Kini Diasuh Yayasan Bumi Damai

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Azizah Candrasari (6,5) bocah wanita pencari rongsok rawat ayahnya nan sakit dan mengasuh adiknya di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Azizah Candrasari bocah wanita berumur 6,5 tahun pencari rongsok nan merawat ayahnya nan sakit serta mengasuh adiknya di sebuah kos di Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta sekarang diasuh di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Kotagede, Yogyakarta.

Adiknya nan berumur 5 tahun, juga dirawat di yayasan itu. Yayasan tersebut milik Ipda Ali Nur Suwandi alias berkawan disapa Bon Ali, Kanit Provos Polsek Kotagede, Polresta Yogyakarta.

"Saya sudah koordinasi dengan dinas DP3AP2 untuk di tindak lanjut. Sudah dijangkau mas oleh DP3AP2 Kota dan dua anaknya sudah di Yayasan Bumi Damai," kata Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih, dikonfirmasi, Sabtu (18/4).

Bon Ali saat dikonfirmasi membenarkan Azizah dan adiknya sudah di yayasannya.

"Sudah di yayasanku. Sudah di Rumah Singgah Bumi Damai," kata Bon Ali.

Bon Ali mengatakan iba jika Azizah dan adiknya tetap di kos. Pasalnya, kos tersebut berada di tepi Sungai Gajah Wong dan dinilai berbahaya.

"Mesakke (kasihan) di sana rawan. Depannya kan sungai jika anak mini bisa kecemplung kan bahaya," katanya.

Tak hanya dirawat, di yayasan tersebut kedua bocah ini bakal mendapatkan pendidikan umum sama dengan anak-anak nan selama ini tinggal di Yayasan Bumi Damai.

"Harapan kita, kita bersama-sama untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat nan lagi kesusahan tentunya agar masyarakat itu hatinya biar tenang, biar damai, tenteram," kata Bon Ali.

Azizah Candrasari (6,5) bocah wanita pencari rongsok rawat ayahnya nan sakit dan mengasuh adiknya di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sebelumnya, sehari-hari Azizah juga membantu ayahnya mencari rongsok. Dia mencari botol jejak hingga kardus di beragam tempat termasuk sekitar pasar.

Sementara, ibu Azizah pergi entah ke mana beberapa tahun nan lalu.

Masih jaga asa jadi Polwan

Di tengah keterbatasan dan kesulitan hidup. Azizah terus menjaga asa untuk meraih cita-citanya sebagai polisi wanita alias polwan.

"Cita-cita jadi Polwan," kata Azizah.

Hermanto (56 tahun) juga berambisi ada support bagi kedua anaknya. Dia mau sang anak bisa menggapai apa nan dicita-citakan.

kumparan post embed

"Makanya udah TK besar kata gitu, tapi mau masuk ke SD tempat lain kan perlu biaya. (Azizah) maunya jadi polwan," kata Hermanto.

Hermanto mengatakan dia tinggal berbareng dua anaknya di kos nan disewa Rp 400 ribu. Kos sederhana berukuran 3x2,5 meter itu berada tepat di samping sungai Gajah Wong.

Setiap minggunya Hermanto kudu menyisihkan duit Rp 100 ribu untuk bayar kos. Makan pun mereka seadanya.

"Jadi beli nasi Rp 5 ribu lantaran 2 balut Rp 10 ribu. Dibagi orang tiga, makan. Makan orang tiga gitu. Ini pagi siang Rp 10 ribu, sore Rp 10 ribu. Jadi Rp 20 ribu," katanya.

Azizah Candrasari (6,5) bocah wanita pencari rongsok rawat ayahnya nan sakit dan mengasuh adiknya di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dahulu sebelum memakai sepeda, Hermanto membujuk dua ankanya mencari rongsok dengan gerobak.

"Terpaksa ikut. Mau titip sama orang ya nggak mau. Jadi terpaksa ikut. Pakai gerobak dulu," katanya.

Dia mengatakan sakit benjol di kepala itu muncul sejak dua tahun silam. Lama kelamaan benjolan semakin membesar.

"Kan sudah dua minggu (sakitnya). Dia (Azizah) nyuci baju, ya bersihin aja. Nyuci piring, pijetin, sering ke warung. Ini kan sakit ini (kepala)," katanya.

Dahulu sakit ini pernah dia periksakan ke dokter. Namun tak jelas sakit apa nan dialami. Benjolan ini tak kujung hilang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan