Suasana haru menyelimuti hari pengambilan rapor di SMPN 3 Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/6). Di antara ratusan siswa nan melakukan pengambilan rapor hari ini, ada Adi Taufik Suhartono, siswa kelas IX D, nan diantar petugas Damkar sebagai pengganti kedua orang tuanya nan telah meninggal dunia.
Ibunda Adi telah meninggal dunia, sementara sang ayah sudah 10 tahun tak pulang ke rumah.
Komandan Regu 1 Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis di Wilayah Pos WMK Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama mengatakan, pada Rabu (17/6) sore ada pihak family nan menghubungi pihak Damkar Ciamis.
"Pada Rabu sore ada family dari Adi Taufik Suhartono nan menghubungi Damkar untuk datang di aktivitas pengambilan rapot dan perpisahan pada hari Kamis (18/6)," ujarnya saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (20/6).
Mendapat info tersebut Dikri langsung bergegas ke SMPN 3 Banjarsari untuk menjadi 'orang tua' bagi Adi dalam proses pengambilan rapor dan prosesi sungkeman tersebut.
Dikri sempat menanyakan kepada pihak family argumen meminta support Damkar Ciamis. Ternyata, penjelasan nan diterima Dikri bikin terenyuh.
"Saya tanya dulu apakah tidak ada orangtuanya. Ternyata ibunya sudah meninggal dan ayahnya sudah sepuluh tahun tidak ada berita dan tidak pernah pulang," terangnya.
Setelah mendapatkan izin dari atasannya, dia menyanggupi mengambil rapot dan mengikuti aktivitas sungkeman dan perpisahan.
"Pada hari Kamis saya sebenarnya lepas piket. Tetapi lantaran tidak ada acara, saya putuskan datang. Terlebih saya terenyuh mendengar kisah dari si adik ini," ujarnya.
Bahkan, kedatangannya juga tak sepengetahuan dari Adi Taufik Suhartono. Hal nan membikin Dikri merasa tersentuh untuk kedua kalinya ialah lantaran Adi tampak kebingungan saat aktivitas sungkeman di aktivitas perpisahan.
Sebab, semua siswa-siswi sudah duduk berbareng orangtuanya masing-masing untuk sungkeman. Sedangkan Adi terlihat kebingungan.
"Adi tampak bingung lantaran tidak ada nan disungkemi. Saya pun ketika tiba dan disungkemi Adi, saya menangis," ucapnya.
Sementara itu, hasil rapot Adi terbilang bagus. Menurutnya tidak ada nilai nan jelek. Dikri juga kagum dengan sosok Adi nan rupanya juga bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.
"Bahkan Adi juga membantu kebutuhan kakaknya nan SMA. Adi sudah kerja serabutan sejak kelas 1 SMP sampai sekarang duduk di kelas IX SMP.
"Saya salut dengan Adi. Selama lima tahun kerja sebagai petugas Damkar, kisah seperti ini pertama kali bagi saya," kata Dikri.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·