Autotech iNews Media Group Campus Connect, Konten Kreator Ridwan Hanif Bagikan Edukasi soal New Energy Vehicle

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |18:09 WIB

Autotech iNews Media Group Campus Connect, Konten Kreator Ridwan Hanif Bagikan Edukasi soal New Energy Vehicle

Autotech iNews Media Group Campus Connect, Konten Kreator Ridwan Hanif Bagikan Edukasi soal New Energy Vehicle (Foto: Okezone)

SURAKARTA - Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu topik nan dibahas dalam sesi Autotech iNews Media Group Campus Connect di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (21/5/2026). Konten pembuat otomotif Ridwan Hanif turut memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perkembangan New Energy Vehicle (NEV) seperti mobil hybrid dan kendaraan listrik.

Ridwan menjelaskan bahwa perubahan tren otomotif saat ini dipengaruhi kondisi geopolitik global, termasuk ketidakstabilan di area Timur Tengah nan berakibat pada sektor daya dunia.

Ia mengatakan, salah satu materi nan dibahas dalam sesi tersebut adalah proses transisi daya nan sekarang mulai terjadi di industri otomotif global.

“Nah, sekarang kita sedang menghadapi ini (transisi energi), terutama kita lihat kondisi di Selat Hormuz dan lainnya. Kita seperti mengulang, tapi bedanya sekarang orang lebih ke bukan ke mesin nan lebih kecil, tapi kita lebih ke New Energy Vehicle seperti hybrid dan EV,” kata Ridwan.

Menurutnya, pergeseran tren kendaraan sebenarnya pernah terjadi pada era 1960-an hingga 1980-an. Saat itu, masyarakat mulai meninggalkan kendaraan berukuran besar dan royal bahan bakar menuju mobil nan lebih mini dan efisien.

Ridwan mencontohkan kondisi di Amerika Serikat ketika mobil-mobil mini asal Jepang awalnya dipandang sebelah mata. Namun, situasi berubah setelah terjadi krisis minyak nan membikin kendaraan irit bahan bakar menjadi lebih diminati.

“Tapi ketika tahun 60-an akhir itu ada krisis minyak, tiba-tiba mereka shifting. nan tadinya mobil-mobil besar, mobil-mobil boros, justru mobil-mobil Jepang nan kecil-kecil dan irit bahan bakar itu malah jadi laku di sana,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com