Pemerintah Austria mengusir tiga diplomat Rusia lantaran dicurigai melakukan tindakan spionase, Senin (4/5).
Kementerian Luar Negeri Austria bereaksi keras atas dugaan tindakan spionase nan melibatkan tiga personil staf Kedutaan Besar Rusia. Mereka mengindikasikan bakal melakukan perubahan dalam upaya pemberantasan spionase.
Kemlu Austria juga menegaskan bahwa Duta Besar Rusia telah dipanggil mengenai dugaan aktivitas spionase nan dilakukan stafnya. Pemanggilan tersebut dilakukan pada April lalu.
Kemlu Austria menerima info bahwa instalasi di genting Kedutaan Besar Rusia digunakan untuk pengumpulan data. Pengambilan info diduga dilakukan terhadap sebuah organisasi internasional di Wina melalui internet satelit.
"Spionase adalah masalah keamanan bagi Austria. Dalam pemerintahan ini, kami telah memulai perubahan hadapan dan mengambil tindakan konsisten terhadapnya," kata Menteri Luar Negeri Beate Meinl-Reisinger, seperti dikutip dari AFP.
"Kami telah mengomunikasikan perihal ini kepada pihak Rusia dengan tegas, termasuk mengenai banyaknya antena di misi Rusia. nan jelas adalah: tidak dapat diterima jika kekebalan diplomatik digunakan untuk melakukan spionase," lanjutnya.
Saat ini terdapat sekitar 220 staf di Kedutaan Besar Rusia di Austria. Negara tersebut juga menjadi tuan rumah sejumlah organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti IAEA dan OSCE.
Ini bukan pertama kalinya skandal spionase Rusia terjadi di Austria. Sejak invasi ke Ukraina, Austria telah mengusir belasan staf Kedutaan Rusia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·