Buat Aura Ihza Aulia, bulu tangkis sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ia pertama kali mengenal olahraga tepok bulu itu saat diajak orang tuanya ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) dekat rumahnya.
Dari nan awalnya hanya coba-coba, Aura kemudian mulai berlatih rutin hingga mengikuti beragam pertandingan dan akhirnya berasosiasi dengan PB Djarum.
Kini, Aura tak lagi hanya berstatus sebagai atlet. Ia juga menjalani kehidupan sebagai mahasiswi Business Management di Binus University. Lewat Widia Scholarship, Aura mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah sekaligus tetap menjalani kariernya sebagai atlet.
Di Campus League Badminton Regional Bandung 2026, Aura turun di nomor tunggal putri berbareng Binus. Lantas, seperti apa perjalanan Aura dari mengenal bulu tangkis sejak mini hingga menjadi student-athlete? Berikut obrolannya kepada Campus Sport Indonesia di GOR Bandung, Selasa (15/9).
Halo, Aura! Cerita sedikit, dong, awal Anda aktif di bulu tangkis itu gimana, sih?
Awalnya gara-gara diajak orang tua ke GOR, terus dikenalin bulu tangkis. Awalnya hanya nyoba-nyoba waktu kecil. Mungkin orang tua memandang ada talenta di badminton, jadi saya dilatih dan ditekuni.
Terus lenyap itu mulai latihan rutin di klub-klub mini dulu, di dekat-dekat rumah gitu. Terus kayaknya mulai bagus nih, mulai bisa ikut pertandingan. Waktu mini kayaknya pertandingan antar sekolah alias mungkin nasional gitu. Terus lenyap itu mulailah ada audisi umum (PB) Djarum, ikut audisi umum Djarum.
Selama masuk PB Djarum, prestasi apa saja nan pernah Anda raih?
Pernah main di Sirkuit Nasional (sirnas), terus internasional juga pernah. Kalau internasional di Luxembourg Series Open dan di Prancis jika enggak salah.
Kalau di Sirnas pernah runner-up, pernah juga juara, dan pernah dapat perunggu. Terakhir ada PON 2024 juga.
Kenapa Anda memilih bulu tangkis dibanding olahraga lainnya?
Mungkin lantaran orang tua juga. Dari mini langsung dikenalin sama badminton. Terus sayanya juga langsung kayak... "Oh, ya udah suka-suka aja," gitu kan. Fun juga mainnya. Terus keterusan sampai sekarang, sih.
Sekarang Anda kuliah di Binus. Kenapa memilih Binus University?
Pertama gara-gara waktu udah selesai sekolah SMA, terus bingung kan mau masuk universitas mana gitu kan. Terus waktu itu juga lenyap selesai dari Djarum langsung mau ke luar negeri gitu kan.
Terus bingung mana ya universitas nan bisa nyediain online gitu. Ya udah, nyari nyari nyari, dapatnya Binus Online. Dia bisa gitu, betul-betul full online. Jadi saya daftarnya di situ.
Kamu dapat danasiwa dari Binus?
Iya.
Boleh diceritakan beasiswanya lantaran prestasi atlet alias bagaimana?
Kalau beasiswa, pertama saya tahu tuh dari kawan saya, kan.
"Kamu ini aja, Anda kan atlet, terus bisa tuh dapat danasiwa dari Binus, lumayan kan," gitu kan. Terus ya udah, saya daftarin danasiwa tersebut dan rupanya di-approve kan.
Terus, tapi kudu ikut di kampus liganya (Campus League) itu. Terus, "Ya udah enggak apa-apa deh.” Selagi saya tetap bisa ikut kampus liga, kenapa enggak.
Terus lenyap itu benefitnya sih dapat banyak sih. Kalau pas pertandingan aja contohnya kayak akomodasi ditanggung sama Binus. Terus, latihan juga semuanya kayak dari latihan sampai pertandingan dimodalin sama Binus.
Berapa lama beasiswanya?
Full empat tahun.
Berarti seluruh perkuliahan Anda ditanggung?
Iya.
Nama beasiswanya apa?
Widia Scholarship.
Seberapa besar support Binus terhadap pekerjaan Anda di badminton?
Pastinya di Binus juga kasih support nan betul-betul besar ya kepada semua orang nan lagi main di Campus League ini. Intinya, Binus sangat mendukunglah.
Campus League Proper Banget!
Kamu kan sudah sering main di Sirnas dan pernah tampil di level internasional. Menurut kamu, seperti apa level kejuaraan Campus League?
Ini 11-12 kayak Sirnas. Benar-benar proper banget mereka siapin. Dari lapangannya, cahayanya bagus dan mendukung, enggak gelap. Karpetnya juga enggak licin. Medisnya juga komplit banget.
Kamu kan juga lolos ke Campus League The Nationals, nih. Target Anda di sana apa, sih?
Pastinya juara, sih, podium. Juara satu.
Ada musuh nan Anda waspadai jika kelak sampai ke nasional?
Ada, sih. Kan pasti nan kemarin ikut di regional nan main di Semarang itu kan pasti pada ikut kelak di nasional. Jadi musuhnya lebih bagus lagi, lebih challenge lagi bagi saya, ya. Jadi ya udah, siap aja. Nothing to lose aja.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·