Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh. Hal itu mencakup agunan keselamatan kerja, perlindungan kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja nan adil, pencegahan PHK sepihak, hingga support pendidikan bagi anak-anak pekerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas dalam Audiensi Kebangsaan bertema 'Sinergi Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah untuk Indonesia Maju: Pacitan Nyawiji Sejahtera' nan dihadiri sekitar 500 pekerja.
Dalam kesempatan itu, Ibas membujuk para pekerja untuk tetap berterima kasih atas pekerjaan nan dimiliki, terutama di tengah kondisi dunia nan tidak menentu.
"Di tengah situasi dunia nan penuh dengan perang, krisis energi, pangan, dan ekonomi, kita kudu berterima kasih tetap mempunyai pekerjaan nan layak, legal, dan terhormat. Banyak orang di luar sana nan berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan, sementara lapangan kerja terbatas," kata Ibas, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada para pekerja di Pacitan dan berambisi semoga mereka selalu diberikan kekuatan dan semangat untuk terus bekerja menuju kesehjareraan nan lebih baik.
"Selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Pacitan. Semoga kalian semua terus diberikan kekuatan untuk bekerja dengan baik, dan semakin sejahtera," ujarnya.
Dalam sambutannya, Ibas menekankan pentingnya persatuan dan kerjasama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
"Tanpa kerja sama, tidak ada nan bisa dicapai secara maksimal. Kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sangat krusial untuk mewujudkan kemajuan," katanya.
"Kita semua kudu menjaga semangat kerja keras dan kerjasama ini," lanjutnya.
Ibas apalagi membujuk peserta audiensi untuk berkomitmen berbareng untuk kemajuan bersama.
"Setuju ya...?" tanya Ibas.
Sebagai personil DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII, Ibas menegaskan keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja kudu dimulai dari aspek nan paling mendasar, ialah keselamatan kerja.
"Komitmen kami adalah sama seperti bapak ibu semua. Kami mau memastikan pekerja bekerja dalam kondisi nan kondusif dan terlindungi. Keselamatan kerja menjadi catatan nan sangat krusial bagi kami," tegasnya.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya agunan kesehatan melalui program BPJS.
"Kesehatan adalah kewenangan esensial nan kudu dijamin. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa para pekerja mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan faedah nan maksimal," lanjutnya.
Ibas juga menyinggung pentingnya jam kerja nan manusiawi demi menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan pekerja.
"Kami percaya bahwa produktivitas tidak boleh mengorbankan kesehatan. Jam kerja nan masuk logika sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan kekuatan pekerja, lantaran tidak ada manusia nan bisa bekerja tanpa istirahat," tuturnya.
Ibas juga menyampaikan salah satu point krusial adalah komitmennya untuk terus mendengarkan semua aspirasi dari pekerja.
"Aspirasi kalian adalah aspirasi kita semua. Kami bakal terus mendengarkan, memperjuangkan, dan mengawal program-program nan berfaedah untuk kesejahteraan pekerja," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas mengingat pesan dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono nan sangat mendalam mengenai pentingnya peran pekerja dalam pembangunan bangsa.
"Kita kudu terus berjuang untuk kemajuan bangsa. Seperti nan dikatakan oleh Presiden SBY, 'Pekerja adalah pondasi kemajuan, tanpa mereka, kita tidak bakal bisa membangun negara," kenangnya.
Ia menyatakan keyakinannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk pengemudi ojek online.
"Saya percaya pemerintahan Presiden Prabowo juga bakal terus memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk teman-teman pengemudi ojek online, nan mempunyai peran krusial dalam perekonomian kita," ujarnya.
Terkait bayaran minimum, Ibas menyebut UMK Pacitan tahun 2026 mengalami kenaikan menjadi Rp 2.514.892 dari sebelumnya Rp 2.364.287 pada 2025.
"Kenaikan UMK ini tentu menjadi langkah positif bagi kesejahteraan pekerja di Pacitan, meskipun kami tetap perlu memperhatikan beragam aspek nan ada, termasuk kondisi ekonomi," jelasnya.
Dalam sesi dialog, perwakilan pekerja Sumarsih mengapresiasi kenaikan UMK sebesar 0,08%, namun meminta agar besaran tersebut dikaji ulang mengingat nilai kebutuhan pokok nan meningkat.
Ia juga mengapresiasi adanya biaya bagi hasil cukai tembakau nan dibagikan kepada pekerja pekerja petani dan pelinting tembakau. Namun di sisi lain, dia dan rekan rekan buruhnya turut prihatin dengan besaran alokasi bagi hasil nan kian waktu makin sedikit.
Sumarsih meminta atensi dari Bupati Pacitan dan kepada EBY untuk memperhatikan perihal tersebut demi menunjang kesejahteraan para pekerja pabrik rokok.
Sementara itu, perwakilan ojek online, Mawan Hardiyanto, mengapresiasi kebijakan penurunan potongan menjadi 8 persen, namun berambisi tetap setara bagi semua pihak.
Menanggapi perihal tersebut, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menegaskan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan usaha.
"Kenaikan UMK memang diperlukan, namun kita kudu tetap mempertimbangkan keberlanjutan usaha, agar hubungan antara pekerja dan pengusaha tetap selaras dan saling menguntungkan," jelas Indrata.
Acara ini semakin menegaskan pentingnya kerjasama antara semua komponen masyarakat untuk menciptakan lingkungan nan kondusif bagi kemajuan Pacitan dan Indonesia secara keseluruhan. Para peserta audiensi sepakat untuk terus bekerja berbareng guna memajukan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan Indonesia nan lebih maju dan sejahtera.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·