Jakarta -
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah nan terus bersambung kembali menambah kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Konflik berkepanjangan berisiko mendorong kenaikan nilai energi, meningkatkan volatilitas pasar keuangan, serta menekan nilai tukar sejumlah mata uang, termasuk rupiah.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih instrumen perlindungan finansial nan tahan terhadap gejolak.
Salah satu pengganti nan mulai mendapat perhatian adalah asuransi dwiguna berbasis mata duit dolar Amerika Serikat (USD). Produk ini dinilai bisa memberikan perlindungan ganda, ialah perlindungan jiwa sekaligus potensi menjaga nilai aset dari akibat pelemahan mata duit domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak hadirnya beragam program agunan sosial di bagian kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola pikir bahwa risiko, baik kesehatan maupun finansial, perlu dikelola sejak dini.
Pengamat asuransi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Danang Teguh Qoyyimi, menilai tren tersebut sebagai sinyal positif.
"Saya memandang ada kecenderungan bahwa pemahaman kebutuhan perlindungan ini sudah mulai dirasakan masyarakat. Tinggal gimana industri, pemerintah, dan masyarakat merespons implikasi dari pertumbuhan tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Dalam konteks ketidakpastian global, termasuk akibat bentrok geopolitik, produk asuransi berbasis dolar menjadi semakin relevan. Selain memberikan faedah proteksi, produk ini juga menawarkan nilai tambah dari sisi diversifikasi mata uang.
Danang menilai meningkatnya mobilitas dunia masyarakat turut mendorong minat terhadap produk ini.
"Kita mengerti masyarakat sekarang lebih aware terhadap kesempatan ke luar negeri, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas lainnya. Ada kebutuhan untuk mempunyai perlindungan nan juga relevan secara global," jelasnya.
Selain itu, persepsi terhadap stabilitas dolar AS dibandingkan mata duit lainnya membikin produk berbasis dolar semakin diminati, terutama sebagai langkah antisipatif terhadap gejolak ekonomi. Namun, Danang menekankan keputusan memilih asuransi dwiguna berbasis dolar kudu tetap disertai dengan pemahaman akibat nan memadai.
"Kalau kita berbincang produk berbasis mata duit asing, tentu ada akibat nilai tukar. Kurs di masa depan bisa berubah. Selain itu, perbedaan suku kembang antarnegara juga berpengaruh terhadap kalkulasi aktuaria," paparnya.
Di pasar, ada sejumlah perusahaan nan telah merilis produk asuransi dwiguna berbasis mata duit dolar Amerika Serikat (USD). Salah satunya adalah AXA Mandiri nan telah meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD pada akhir 2025 lalu. Produk ini datang sebagai solusi untuk menjaga stabilitas finansial sekaligus mendapat perlindungan jiwa dalam mata duit Dolar Amerika Serikat (USD).
Selain itu, produk ini merupakan produk Asuransi Dwiguna Kombinasi nan mempunyai dua pilihan plan, ialah Plan Saving dan Plan Protection nan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Di tengah bumi nan semakin terhubung dan dinamis, kebutuhan bakal instrumen finansial nan tidak hanya melindungi tetapi juga adaptif terhadap perubahan dunia menjadi semakin penting. Asuransi dwiguna berbasis dolar datang sebagai salah satu opsi nan dapat menjawab kebutuhan tersebut.
Dengan perencanaan nan matang dan pemahaman nan komprehensif, produk ini dapat menjadi bagian dari strategi finansial jangka panjang untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi nan kian kompleks.
Pada akhirnya, di tengah bayang-bayang krisis dunia nan dapat datang sewaktu-waktu, perlindungan finansial nan tepat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
(akd/ega)
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·