PT Astra International Tbk (ASII) mencatat untung bersih sebesar Rp 5,85 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini terkoreksi 16 persen dibandingkan Rp 6,93 triliun pada periode nan sama tahun lalu.
Pendapatan bersih juga turun 6 persen menjadi Rp 78,67 triliun dari Rp 83,36 triliun. Sementara itu, untung bersih per saham turun 15 persen menjadi Rp 146 dari Rp 171.
Tanpa memperhitungkan non-recurring charges sebesar Rp 0,96 triliun, untung bersih mencapai Rp 6,81 triliun, turun 8 persen dari Rp 7,39 triliun. Laba bersih per saham tanpa non-recurring charges tercatat Rp 170, turun 7 persen dari Rp 183.
Presiden Direktur Astra, Rudy, mengatakan pada kuartal pertama tahun 2026, untung Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi nan lebih rendah dari bagian Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi.
Namun, bisnis-bisnis lain Astra mencatatkan keahlian nan lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan.
“Hal ini disebabkan oleh keahlian nan lebih rendah dari bagian Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari upaya pertambangan emas nan minim, serta volume nan lebih rendah di upaya perangkat berat dan upaya jasa penambangan,” ucap Rudy dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/4).
Secara rinci, untung bersih bagian Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi ambruk 79 persen menjadi Rp 408 miliar dari Rp 1,96 triliun. Sebaliknya, beberapa bagian mencatat pertumbuhan, antara lain Otomotif & Mobilitas naik 4 persen menjadi Rp 2,37 triliun, Jasa Keuangan naik 6 persen menjadi Rp 2,27 triliun, serta Infrastruktur naik 32 persen menjadi Rp 343 miliar.
Ekuitas nan diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2 persen menjadi Rp 232,77 triliun dari Rp 228,91 triliun, dengan nilai aset bersih per saham meningkat menjadi Rp 5.810 dari Rp 5.692.
Rudy memprediksi ke depan kondisi pasar diperkirakan tetap bakal menantang di tengah ketegangan geopolitik.
“Kami bakal terus mengelola tantangan jangka pendek secara jeli dan disiplin, dengan tetap konsentrasi dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” tuturnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·