ASEAN Belum Sepakat Akui Hasil Pemilu Myanmar

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

ASEAN belum sepakat akui hasil pemilu Myanmar.

, ISTANBUL, – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hingga sekarang belum mencapai kesepakatan mengenai pengakuan hasil pemilu Myanmar yang baru-baru ini menetapkan Min Aung Hlaing sebagai presiden baru negara tersebut. Pemilu ini berjalan dalam tiga tahap dari Desember 2025 hingga Januari 2026.

Menurut Dominic Xavier Imperial, Asisten Sekretaris Luar Negeri Filipina, ASEAN tetap belum mencapai konsensus mengenai hasil pemilu Myanmar tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (6/5) dan dilaporkan oleh Philippine News Agency. Filipina, nan tahun ini memimpin perhimpunan 11 negara tersebut, menyatakan komitmen untuk terus berpatokan pada Konsensus Lima Poin (5PC) dalam mengatasi krisis di Myanmar.

Min Aung Hlaing, nan sebelumnya menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar, mengundurkan diri dari posisinya pada Maret lampau untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Ia dilantik sebagai Presiden Myanmar pada April lampau setelah memperoleh 429 bunyi dari total 500 bunyi di parlemen.

Menanggapi situasi ini, Departemen Luar Negeri Filipina mendesak Myanmar untuk memberikan akses kepada utusan unik Ketua ASEAN agar dapat berjumpa dengan mantan presiden Aung San Suu Kyi, nan tetap ditahan sejak kudeta militer pada 2021. "Hal tersebut bakal sejalan dengan peran utusan unik untuk berinteraksi dengan semua pemangku kepentingan dan pihak untuk menciptakan lingkungan nan kondusif bagi perbincangan nasional nan inklusif," kata Departemen Luar Negeri Filipina.

Filipina juga menyambut baik laporan mengenai pemindahan Suu Kyi dari penjara ke tahanan rumah dan pengurangan sebagian hukumannya, serta amnesti nan diberikan otoritas Myanmar kepada lebih dari 1.500 tahanan politik.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional