Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Buat 21 Orangutan Jatuh Sakit

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sebayak 21 ekor orangutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan indikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Serangan penyakit itu diderita akibat asap tebal kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di area Kalimantan.

"Lokasi kita ini tetap kondusif dari api, tapi tidak kondusif dari asap. Dan paparan itu membikin kami di sini ada 21 orangutan nan menunjukkan indikasi ISPA," kata Jamartin Sihite, selaku CEO BOSF di area Hutan Kota Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9/2026).

Orangutan-orangutan tersebut saat ini langsung menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Jamari menambahkan, pihaknya saat ini sudah melakukan beragam penanganan untuk menyelamatkan para satwa tersebut. BOSF juga mempunyai enam master hewan nan terus bersiaga dalam mengobati orangutan nan terdampak karhutla.

"Jadi, kami kasih nebulizer, kita kasih vitamin, itu adalah bagian dari upaya menjaga orangutan agar tetap selamat," terang Jamartin.

"Kami punya enam master hewan di Nyaru Menteng, dan sampai saat ini tetap cukup. Tapi jika memang dibutuhkan, kita bakal hubungi Kementerian Kehutanan," tambahnya.

BOSF tidak sendiri dalam menangani para orangutan nan terpapar ISPA. Pusat rehabilitas itu juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng).

Kepala Balai KSDA Kalteng Andi Muhammad Khadafi menjelaskan bahwa pihaknya berbareng BOSF dan organisasi non-pemerintah (NGO) lain bakal memastikan orangutan-orangutan nan terdampak karhutla bakal pulih sepenuhnya sebelum dilepasliarkan kembali.

"Karena kan prinsipnya semua nan ada di pusat rehabilitasi ketika sudah sampai waktunya, ketika sudah dinilai sudah cukup untuk bisa dilepasliarkan, itu bakal dilepasliarkan ke kediaman alaminya nanti," jelas Andi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita