Asap Karhutla Sampai Filipina, Menhut: Kami Akan Berjuang Sekuat Tenaga

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni merespons soal asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, telah menjangkau area Manila, ibu kota Filipina. Raja Juli mengatakan pihaknya bakal bekerja keras untuk menuntaskan persoalan itu.

"Ya kami bakal berjuang sekuat tenaga," kata Raja Juli seusai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Raja Juli berkomitmen agar masyarakat RI terbebas dari asap karhutla. Ia juga mau asap karhutla itu tak merugikan penduduk negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bakal berjuang sekuat tenaga ya untuk gimana masyarakat Indonesia bisa terbebas dari karhutla dan juga kepada masyarakat tetangga-tetangga kita," kata dia.

Sebelumnya, kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, telah menjangkau area Manila, ibu kota Filipina. Kehadiran kabut asap itu membikin kualitas udara di beberapa wilayah Manila mencapai level 'sangat tidak sehat' hingga level 'sangat rawan bagi kesehatan'.

Kualitas udara terburuk, alias nan mencatat nomor Indeks Kualitas Udara (AQI) tertinggi, seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN dan Inquirer.net, Selasa (1/9/2026), terdeteksi di wilayah Paranaque, Quezon City, dan Las Pinas. Situasi ini diperkirakan bakal terus bersambung di wilayah tersebut beberapa waktu ke depan.

Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam-Biro Pengelolaan Lingkungan (DENR-NCR) secara resmi melaporkan bahwa beberapa kota di Metro Manila mencatat level kualitas udara nan 'sangat tidak sehat' hingga 'sangat rawan bagi kesehatan' pada Selasa (1/9) pagi, nan disebabkan oleh kabut asap nan kemungkinan mengenai dengan kebakaran rimba nan sedang berjalan di Kalimantan, Indonesia.

Berdasarkan info per Selasa (1/9) pagi, pukul 06.00 waktu setempat, DENR-EMB untuk Wilayah Ibu Kota Nasional mencatat beberapa wilayah mencatat kadar PM2,5 nan tinggi. Istilah 'PM2,5' merujuk pada partikel lembut dengan diameter 2,5 mikrometer alias kurang.

Data pemantauan kualitas udara nan dicatat DENR-EMB menunjukkan Paranaque mencatat nomor AQI sebesar 296, kemudian Quezon City mencatat nomor AQI sebesar 241, dan Las Pinas mencatat nomor AQI sebesar 237. Kota Manila sendiri mencatat nomor AQI sebesar 231.

Angka AQI pada level-level tersebut dikategorikan sebagai 'Acutely Unhealthy' alias 'sangat rawan bagi kesehatan'. Pada level ini, DENR-EMB menyatakan nilai AQI berkisar 201-300 membikin setiap orang merasakan dampaknya secara nyata dan aktivitas di luar ruangan kudu dibatasi.

Sebagian besar wilayah lainnya nan dipantau di area Metro Manila mencatat kualitas udara dengan kategori 'Very Unhealthy' alias 'sangat tidak sehat'. Pada level ini, dengan nomor AQI berkisar 151-200, otoritas setempat memperingatkan kondisi kesehatan penderita gangguan jantung dan paru dapat memburuk.

Angka AQI itu didasarkan pada konsentrasi partikulat lembut alias PM2,5 di udara. Partikel-partikel mini ini dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan menimbulkan akibat lebih besar bagi golongan rentan.

(dwr/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑