Asap Karhutla Kepung Davao Filipina, Warga Diminta Tetap di Rumah

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Asap Karhutla Kepung Davao Filipina, Warga Diminta Tetap di Rumah Ilustrasi karhutla.(Antara)

PEMERINTAH Filipin meminta penduduk di wilayah Davao meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Indonesia. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk menekan akibat gangguan kesehatan.

Departemen Kesehatan Filipina untuk Wilayah Davao mengeluarkan imbauan tersebut pada Kamis (3/9). Masyarakat diminta sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah selama kualitas udara memburuk.

"Warga sebaiknya berada di dalam ruangan selama memungkinkan, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan masker N95 ketika kudu keluar rumah," demikian imbauan pemerintah lokal Davao seperti dilaporkan Kantor Berita Filipina.

Otoritas kesehatan juga meminta penduduk memperhatikan kondisi saat berkendara lantaran kabut asap dapat menurunkan jarak pandang. Pengemudi diminta menggunakan lampu kendaraan nan sesuai dan menjaga jarak aman.

Sebelumnya, Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina melalui Biro Pengelolaan Lingkungan melaporkan sejumlah wilayah mengalami penurunan kualitas udara.

Udara di Calinan, Davao City dan Koronadal City di South Cotabato masuk kategori tidak sehat bagi golongan sensitif. Kategori tersebut menjadi perhatian unik bagi anak-anak, lansia, serta penduduk dengan gangguan pernapasan lantaran paparan polusi dapat meningkatkan akibat munculnya indikasi alias memperburuk kondisi kesehatan.

Selain akibat kesehatan, kabut asap juga berakibat pada aktivitas transportasi. Penurunan jarak pandang dapat meningkatkan akibat kecelakaan di jalan, terutama bagi kendaraan umum nan tetap beroperasi. Otoritas meminta pengemudi tidak mengabaikan kondisi cuaca dan kualitas udara ketika melakukan perjalanan.

Munculnya kabut asap di Davao menambah perhatian terhadap akibat lintas pemisah akibat karhutla nan terjadi di Kalimantan, ndonesia. Kondisi angin membawa partikel asap melintasi wilayah negara lain dan berakibat kualitas udara di area Asia Tenggara. (Dhk/P-3))

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia