Niko Prayoga
, Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |10:05 WIB

Ilustrasi pneumonia di tengah asap karhutla. (Foto: dok Magnific/rawpixel)
JAKARTA - Fenomena kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia. Di tengah meningkatnya keluhan pernapasan warga, timbul satu pertanyaan nan cukup mendasar, kenapa paparan asap pembakaran bisa berujung pada pneumonia, padahal asap bukanlah kuman alias bakteri?
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan memberikan penjelasan melalui unggahan di akun IG pribadinya. Ia memaparkan bahwa ancaman utama kabut asap terletak pada dampaknya terhadap sistem pertahanan alami paru-paru manusia.
“Pertanyaan nan sering sampai ke saya, kenapa asap bisa sampai berujung pada pneumonia, padahal asap bukan kuman? Jawabannya ada pada apa nan dilakukan asap terhadap pertahanan paru kita,” tulis Prof. Erlina, dikutip Kamis (3/9/2026).
Pemicu Kondisi Pneumonia
Pneumonia sendiri merupakan kondisi jangkitan pada kantong udara paru (alveoli). Ketika kantong nan semestinya berisi udara justru terisi cairan alias nanah, proses pertukaran oksigen terganggu dan membikin napas terasa berat. Infeksi ini umumnya dipicu oleh kuman pneumokokus maupun virus influenza.
Menurut Prof. Erlina, asap memang memicu reaksi spontan seperti mata perih alias tenggorokan gatal. Namun, ancaman terbesar justru datang dari material tak kasat mata nan terkandung di dalamnya, ialah partikel lembut Particulate Matter (PM2.5) nan ukurannya sekitar 30 kali lebih mini dari sehelai rambut.
“Karena sehalus itu, partikel ini lolos dari saringan hidung dan masuk sampai ke bagian terdalam paru. Ia juga membawa unsur sisa pembakaran nan berkarakter racun bagi sel-sel paru,” ujarnya.
Ketika PM2.5 dan unsur berbisa masuk ke dalam saluran pernapasan, sistem imun paru-paru bakal mengalami kerusakan secara berjenjang dalam dua tahapan utama. Pertama adalah lumpuhnya Silia, lapis pertahanan pertama nan diserang adalah silia, ialah bulu-bulu lembut nan berfaedah menyapu lendir dan kotoran keluar dari paru.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·