AS-Iran Sepakat Damai, Airlangga Enggan Gegabah: Tunggu Tanda Tangan Resmi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melangkah usai mengikuti rapat nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Pemerintah tak mau terburu-buru mengubah dugaan maupun kebijakan mengenai akibat nilai minyak bumi meski Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai sementara.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tetap terus memantau perkembangan negosiasi antara kedua negara nan selama ini menjadi perhatian pasar daya global.

"Ya, pertama tentu kita monitor lantaran harga minyaknya bakal turun lagi ke sekitar [USD] 83, tetapi, kan, semua ini baru selesai sudah ditandatangani," kata Airlangga, di instansi Wisma Danantara, Senin (15/6).

Meski prospek perdamaian berpotensi menekan nilai minyak mentah dunia, Airlangga menegaskan pemerintah belum bakal mengubah pendekatan nan digunakan dalam menyusun kebijakan ekonomi maupun fiskal.

"Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif. Nunggu sampai ditandatangan," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump berperan-serta dalam makan malam kerja para pemimpin G7 selama KTT G7 di Hotel Royal Evian , Senin (15/6/2026). Foto: Anna Moneymaker/Getty Images/AFP

Sementara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kesepakatan tenteram antara AS dan Iran berpotensi memberikan ruang fiskal nan lebih besar bagi pemerintah.

Purbaya mengatakan pemerintah selama ini telah mencadangkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi akibat kenaikan subsidi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.

“Kan, kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen.

Menurut dia, andaikan bentrok betul-betul mereda dan nilai daya dunia kembali stabil, tekanan terhadap anggaran subsidi bisa berkurang sehingga pemerintah mempunyai ruang untuk mendanai program prioritas lainnya.

AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Bakal Dibuka

Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

AS-Iran telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang nan memicu kekhawatiran pasar global. Kedua negara juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Dikutip dari Bloomberg, para pejabat dari kedua negara bakal berjumpa di Swiss pada 19 Juni untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut. Ini menjadi keputusan nan menunjukkan beberapa aspek kesepakatan mungkin tetap belum terselesaikan.

Belum ada teks nan dirilis oleh kedua pihak, sehingga poin-poin nan paling menjadi hambatan bakal dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lampau berjanji kesepakatan bakal tercapai pada Minggu, hari ulang tahunnya nan ke-80, dan dia telah berupaya keras agar perihal itu segera dilaksanakan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan