Donald Trump saat kampanye presiden 2024(Alex Wroblewski / AFP)
AMERIKA Serikat dan Iran mengumumkan tercapainya kesepakatan tenteram nan disebut bakal mengakhiri operasi militer secara segera dan permanen di seluruh front konflik, termasuk Libanon. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran telah rampung.
Pengumuman awal disampaikan Pakistan sebagai mediator, lampau dikonfirmasi oleh Washington dan Teheran. Kedua negara dijadwalkan menandatangani perjanjian resmi di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Kesepakatan itu menjadi sinyal kuat berakhirnya perang nan selama lebih dari tiga bulan mengguncang area Timur Tengah. Dalam unggahannya di media sosial, Trump juga mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade laut nan sebelumnya diterapkan AS.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Saya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa halangan dan pada saat nan sama mencabut blokade laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir kembali," kata Trump.
Tak lama berselang, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut kesepakatan tersebut mengakhiri perang antara kedua negara secara langsung. Dia mengatakan pembicaraan lanjutan bakal digelar dalam waktu dua bulan guna merumuskan perjanjian final nan lebih komprehensif.
"Kesepakatan ini mengakhiri perang secara segera. Kami juga bakal menggelar perundingan dalam dua bulan ke depan untuk mencapai kesepakatan akhir," ujar Gharibabadi dalam siaran televisi nasional Iran.
Sebelum kesepakatan diumumkan, ketegangan sempat meningkat menyusul serangan Israel terhadap golongan Hizbullah di pinggiran Beirut nan merupakan sekutu Iran. Teheran apalagi sempat menakut-nakuti bakal melakukan pembalasan.
Namun situasi berubah setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan keberhasilan mediasi nan melibatkan sejumlah negara kawasan.
"Kedua pihak telah menyatakan penghentian operasi militer secara segera dan permanen di seluruh front, termasuk di Lebanon," kata Sharif.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki nan ikut mendukung proses diplomasi tersebut.
Meski kesepakatan tenteram telah diumumkan, rincian substansinya tetap belum sepenuhnya terungkap. Media Iran, Mehr, melaporkan Amerika Serikat bakal mencairkan aset Iran nan selama ini dibekukan sebagai bagian dari penerapan awal kesepakatan.
Laporan itu menyebut terdapat nota kesepahaman berisi 14 poin nan antara lain mengatur pelepasan aset Iran senilai miliaran dolar selama masa negosiasi lanjutan selama 60 hari. Pemerintahan Trump belum memberikan keterangan rinci mengenai poin-poin tersebut. Sejumlah rumor sensitif, termasuk program nuklir Iran dan stok uranium nan diperkaya tinggi, diperkirakan tetap bakal menjadi bagian krusial dalam perundingan berikutnya.
Efek positif langsung terlihat di pasar global. Harga minyak mentah turun lebih dari 4% pada pembukaan perdagangan di Tokyo, sementara indeks saham utama Jepang menguat sekitar tiga persen.
Selama bentrok berlangsung, penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz memicu lonjakan nilai daya bumi dan mengganggu rantai pasok beragam komoditas penting. Wakil Presiden AS JD Vance menilai kesepakatan itu berpotensi memberikan akibat ekonomi nan signifikan.
"Kami mempunyai kesempatan menurunkan biaya energi, bukan hanya untuk saat ini tetapi juga dalam jangka panjang, sekaligus menciptakan mesin pertumbuhan baru bagi area Timur Tengah," ujarnya.
Proses menuju kesepakatan rupanya tidak berjalan mulus. Trump sempat melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah serangan udara Israel di Beirut dinilai menghalang proses penandatanganan.
Konflik AS dan Israel dengan Iran pecah pada Februari 2026 setelah kedua negara sekutu itu menyerang Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel dan sekutu-sekutu Washington di kawasan, serta membatasi lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz nan menjadi jalur vital perdagangan daya dunia. AS merespons dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah berbulan-bulan diwarnai tindakan militer dan negosiasi nan berjalan alot, kedua negara akhirnya sepakat menghentikan bentrok dan membuka jalan menuju penyelesaian diplomatik nan lebih permanen. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·