AS Gempur Iran, Harga Minyak Langsung Melejit

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Harga minyak mentah bumi langsung melompat 2% pada perdagangan Senin (31/8). Lonjakan ini terjadi setelah pasukan Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan melancarkan serangan udara nan menghantam dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent melejit US$ 2,22 alias naik 2,52% dan kembali bertengger di atas level US$ 90, tepatnya pada posisi US$ 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT. Tak hanya itu, minyak mentah berjangka U.S. West Texas Intermediate (WTI) juga ikut terkerek naik US$ 2,01 alias 2,41% dan posisinya berada di level US$ 85,41 per barel.

Seperti diketahui, militer AS melancarkan serangan udara nan menghantam dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz pada Senin awal hari nan dikonfirmasi pejabat pertahanan AS. Aksi militer tersebut tercatat sebagai gempuran langsung pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan resmi pejabat AS tersebut, serangan ini terpaksa dilayangkan lantaran pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tertangkap basah sedang bersiap meluncurkan roket nan dilengkapi ranjau laut ke jalur vital Selat Hormuz.

Iran pun langsung merespons tindakan tersebut. Menurut laporan Fox News nan mengutip sumber internal AS, Iran melancarkan serangan jawaban dengan menargetkan pasukan AS nan bermarkas di Yordania.

Meski demikian, gempuran jawaban tersebut diklaim nyaris tidak membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan unggahan di platform X, nyaris seluruh rudal nan meluncur ke arah pangkalan AS tersebut sukses dicegat tanpa menimbulkan akibat berarti.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan awal AS di Pulau Larak telah menyantap korban jiwa dan luka-luka, nan melibatkan personel militer maupun penduduk sipil. Garda Revolusi Iran pun langsung mengeluarkan ancaman keras dan menegaskan tindakan AS ini bakal segera dibalas Iran.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance