Jakarta -
Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengalihkan aset-aset milik Iran kepada negara-negara Teluk untuk pembangunan kembali dan perbaikan kerusakan nan disebabkan Iran. Kabar tersebut diungkapkan oleh seseorang sumber nan mengetahui masalah tersebut.
Melansir dari CNBC International, Minggu (7/6/2026), rencana ini usai Iran kembali meluncurkan serangan drone ke Bahrain dan Kuwait pada Sabtu (6/6) lalu. Menurut sumber tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memerintahkan sebuah tim untuk menghitung total biaya kerusakan nan dialami oleh para sekutu AS di area Teluk akibat serangan Iran.
Pada hari itu pula, AS bakal mempertimbangkan penggunaan aset Iran untuk memperbaiki kerusakan nan disebabkan oleh Iran di masa mendatang. Informasi ini terungkap sehari setelah penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei mengatakan kepada CNN kesepakatan tenteram untuk mengakhiri perang nan telah berjalan selama tiga bulan ini sangat berjuntai pada pencairan aset Iran senilai US$ 24 miliar nan dibekukan oleh AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sumber tersebut tidak merinci jenis aset apa saja nan sedang diperiksa oleh Departemen Keuangan AS. Namun, pernyataan tersebut menggambarkan langkah baru ini tampaknya tidak terbatas pada aset nan dibekukan saja.
Ancaman pengalihan aset Iran ini bisa memicu ketegangan baru pada kesepakatan gencatan senjata nan rentan antara AS dan Iran. Gencatan senjata tersebut kembali diuji akhir pekan ini dengan adanya serangan dari kedua belah pihak.
Proses negosiasi tenteram tampaknya buntu, meskipun seorang menteri dari Pakistan selaku mediator telah bertolak ke Iran pada hari Sabtu membawa surat untuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pada Sabtu awal hari, pasukan AS menggempur situs radar pesisir Iran di Goruk dan Pulau Qesh nan berada di Selat Hormuz. Serangan dilakukan setelah AS menembak jatuh drone nan diluncurkan Iran.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan Iran menakut-nakuti lampau lintas maritim. Militer AS juga menyatakan mereka kembali menembak jatuh dua drone tempur Iran lainnya nan menakut-nakuti pelayaran di selat tersebut.
(acd/acd)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·