AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai

Sedang Trending 1 jam yang lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai

Ilustrasi.

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya sejak menyepakati perjanjian perdamaian sementara pada 17 Juni. Konflik terbaru ini pecah di saat kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuan perjanjian perdamaian tersebut.

Memorandum of Understanding (MOU) nan ditandatangani Iran dan AS pada 17 Juni membuka jalan bagi dimulainya kembali lampau lintas komersial secara berjenjang melalui Selat Hormuz setelah berbulan-bulan terganggu akibat serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Eskalasi baru antara Washington dan Teheran ini terjadi setelah serangan pada Kamis (25/6/2026) terhadap kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, nan melintasi jalur air utama di luar rute nan disetujui oleh Iran.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan serangan itu kepada Iran, dengan mengatakan pada Jumat (26/6/2026) bahwa Iran menembakkan empat drone ke kapal tersebut, dan tiga di antaranya dicegat oleh pasukan Amerika.

Teheran tidak berkomentar, tetapi beberapa jam sebelum kejadian itu, Otoritas Selat Teluk Persia nan baru dibentuk Iran memperingatkan bahwa mereka tidak dapat menjamin keselamatan kapal nan berangkat dari jalur nan ditentukan di dekat garis pantai Iran.

Target Apa Saja nan Diserang Washington dan Teheran?

Dilansir RT pada Jumat, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pesawat tempur Amerika menyerang letak rudal, akomodasi penyimpanan drone, dan instalasi radar di Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal berbendera Singapura di Selat Hormuz pada hari sebelumnya.

Media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Sirik, di provinsi selatan Hormozgan.

Beberapa jam kemudian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang "lokasi penempatan militer teroris AS di wilayah tersebut" sebagai jawaban atas serangan terhadap wilayah pesisir negara itu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com