Amerika Serikat (AS) dan Inggris pernah nyaris bertempur lantaran dipicu matinya seekor babi. Kematian babi itu membikin kedua negara saling berpolemik mengenai pemisah negara.
Dilansir The New York Times, peristiwa nan dikenal perang babi ini bermulai dari sebuah pulau berjulukan San Juan. Pulau tersebut merupakan bagian dari AS.
Masalah dipicu saat pada tanggal 15 Juni 1859, Lyman Cutlar, seorang penggarap liar di pulau itu, menemukan seekor babi menjarah kentangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria Amerika nan kurus itu mengusir babi tersebut dari tanahnya berkali-kali. Uang $10 nan telah diinvestasikannya untuk sekantong bibit kentang lenyap setiap kali babi itu menyantap kentangnya.
"Atas dorongan sesaat," katanya, "saya mengambil senapan saya dan menembak babi itu."
Cutlar kemudian mengakui bahwa dirinya salah. Tanah seluas 160 hektar miliknya berada di lahan sengketa nan dioperasikan oleh Perusahaan Teluk Hudson Kanada sebagai peternakan domba, nan dikelola oleh agennya, Charles Griffin, pemilik babi nan meninggal tersebut.
Cutlar menawarkan untuk mengganti hewan itu dengan salah satu hewan miliknya sendiri alias membayarnya dengan duit tunai.
Namun, tawaran ini membikin Griffin marah. Ia langsung menyasar identitas Cutlar sebagai orang Amerika.
"Kalian orang Amerika hanyalah pengganggu di pulau ini, dan kalian tidak punya urusan di sini."
Situasi semakin panas saat ujaran-ujaran provokatif semakin keluar. Begitu pula dengan ancaman untuk menangkap Cutlar dan mengadilinya di Victoria. Masalah ini pun menyalakan api bentrok antara AS dan Inggris mengenai wilayah perbatasan nan sudah lama terjadi.
Pada tahun 1846, Perjanjian Oregon menetapkan Garis Lintang ke-49 sebagai pemisah internasional antara Amerika dan koloni Inggris, dengan mengecualikan Pulau Vancouver. Namun, kebangsaan penduduk di Kepulauan San Juan tetap belum terselesaikan.
Kematian babi rimba pada tahun 1859 mengakhiri kebuntuan nan penuh duri itu. Para pemukim Amerika meminta perlindungan militer AS.
Kemudian dari Fort Bellingham pada tanggal 27 Juli 1859, Brigadir Jenderal AS William Harney mengirimkan 66 pasukan, dipimpin oleh Kapten George Pickett. Mereka siap bertempur hingga mati. Sebagai tanggapan, tiga kapal perang Inggris dikirim oleh James Douglas, gubernur British Columbia. Pihak Inggris juga sudah siap berperang.
Tetapi pada akhirnya kedua negara sekutu ini memilih komunikasi nan tenang. Mereka menolak bertempur lantaran seekor babi. Pertumpahan darah bisa dicegah.
Beberapa bulan kemudian, kedua negara sepakat untuk melakukan pendudukan berbareng hingga kesepakatan perbatasan dapat dinegosiasikan. Untuk tujuan itu, "Kamp Amerika" didirikan di sisi selatan Pulau San Juan, sementara "Kamp Inggris" menduduki ujung utara.
Akhirnya, pada tahun 1872, dengan Kaisar Wilhelm dari Jerman menjadi penengah. Kepulauan San Juan diberikan kepada Amerika Serikat. AS dan Inggris tidak jadi bertempur lantaran matinya seekor babi.
(rdp/imk)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·