Labuan Bajo, CNN Indonesia --
Dua kapal wisata di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, terlibat kecelakaan, Selasa (15/9) sekitar pukul 08.30 WITA. Peristiwa tersebut terekam sebuah video dan viral di media sosial.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Kapal nan terlibat adalah KM AIMAR, kapal penumpang wisata berbendera Indonesia dengan tonase 139 GT, nan mengangkut 17 penumpang dan 9 awak kapal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bergerak menuju Long Beach memasuki Selat Padar Kecil, arus sangat kencang membawakan kapal lain KM Budi Utama meluncur ke arah KM AIMAR.
Nakhoda KM AIMAR segera mengurangi kecepatan dan mencoba mengundurkan kapal, namun kekuatan arus tak dapat dilawan. Benturan pun terjadi.
Akibat kejadian, hadapan KM AIMAR terlepas dan bagian depan kapal mengalami kerusakan ringan.
Walau begitu kapal tetap stabil dan layak beroperasi. Tidak ada pencemaran laut maupun kerugian materi nan besar. Seluruh penumpang dan awak kapal selamat tanpa cedera.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebut arus ekstrem sebagai pemicu utama.
"Benar terjadi tabrakan di Selat Padar pagi tadi. Nakhoda sudah berupaya mengantisipasi, namun arus terlalu kuat sehingga tumbukan tak terhindarkan. Semua penumpang dan awak kapal selamat," ujar Stefanus saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).
"Kami mengingatkan seluruh nakhoda untuk memantau prakiraan cuaca dan arus sebelum melintas. Selat Padar dikenal mempunyai arus berbahaya. Jika kondisi tidak memungkinkan, wajib menunda perjalanan demi keselamatan," tegasnya.
Insiden ini terjadi tak lama setelah KSOP Labuan Bajo mengeluarkan larangan pelayaran sementara menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar pada 13-15 September 2026, menyusul peringatan BMKG tentang gelombang hingga 1,9 meter dan angin kencang. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan kepada Pelaut Nomor 03/MP-IX/2026 tertanggal 12 September 2026.
"Kami tidak main-main dengan keselamatan. Kalau tidak ada peringatan cuaca ekstrem, berfaedah kondisi aman. Sebaliknya, begitu ada tanda bahaya, kami bertindak tegas sebelum terjadi perihal nan tidak diinginkan," ujar Stefanus.
KSOP sekarang telah berkoordinasi dengan pemasok pelayaran mengenai untuk menindaklanjuti pemeriksaan kepantasan kapal serta kepatuhan prosedur keselamatan pelayaran.
(lou/isn)
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·