Jika selama ini kita mengenal GIMP, LibreOffice, alias Blender sebagai pengganti cuma-cuma untuk aplikasi komersial, sekarang ada proyek menarik berjulukan Crafting Apps dari ArtCraft.
Nah akhir akhir ini proyek ini jadi perbincangan hangat lantaran ini menghadirkan kumpulan aplikasi open source untuk beragam kebutuhan, mulai dari mengedit foto dan video hingga mengolah dokumen, membikin presentasi, dan mengelola spreadsheet.

Menariknya, seluruh aplikasi tersebut dikembangkan dari awal menggunakan bahasa pemrograman Rust, dan Artcraft juga menargetkan pengalaman native di Windows, macOS, dan Linux, tanpa berjuntai pada Electron alias sekadar membungkus aplikasi web menjadi aplikasi desktop.
Bukan Cuma Alternatif Microsoft Office
Nah salah satu perihal menarik dari Crafting Apps adalah cakupan aplikasinya nan cukup luas. Dimana saat ini, ArtCraft mencantumkan 12 aplikasi nan menyasar kebutuhan imajinatif dan produktivitas.
Berikut beberapa aplikasi nan tersedia dalam ekosistem tersebut:
- PhotoCraft, penyunting gambar dengan support layers, masks, brushes, dan file PSD.
- VectorCraft, aplikasi ilustrasi vektor nan ditujukan sebagai pengganti Adobe Illustrator.
- FilmCraft, aplikasi penyuntingan video untuk kebutuhan editing, warna, dan audio.
- LightCraft, aplikasi pengelolaan foto sekaligus pengolahan file RAW.
- PdfCraft, aplikasi untuk membaca, mengatur, menggabungkan, memisahkan, dan mengamankan PDF.
- EffectCraft, aplikasi motion graphics dan visual effects.
- DesignCraft, aplikasi page layout dan publishing.
- WordCraft, aplikasi pengolah kata untuk kebutuhan dokumen.
- SoundCraft, aplikasi perekaman, penyuntingan, dan mixing audio.
- DeckCraft, aplikasi untuk membikin presentasi dan slide.
- CADCraft, aplikasi computer-aided design dan drafting.
- GridCraft, aplikasi spreadsheet dan kajian data.
Dengan cakupan tersebut, ArtCraft tidak hanya mencoba menawarkan pengganti aplikasi Adobe. Proyek ini juga merambah wilayah Microsoft Office melalui WordCraft, DeckCraft, dan GridCraft.

Nah gambar diatas itu adalah contoh dari WordCraft, dari sisi fitur dan tampilan ini betul benar mirip dengan Microsoft Office guys, dan apalagi sudah mendukung Docx.

Untuk spreadsheet, ada GridCraft, dimana aplikasi ini sudah menawarkan formula bar, PivotTables, charts, dynamic arrays, hingga lebih dari 500 calculation functions.
Wah jujur sih ini keren banget ya, dan saya sendiri sekarang tetap mencoba mengeksplor lebih dalam, termasuk beberapa aplikasi penyunting lain PhotoCraft misalnya, nan mana mempunyai keahlian ala Adobe Photoshop.

Dibangun dengan Rust, Bukan Electron
Nah salah satu prinsip utama Crafting Apps adalah menggunakan Rust untuk membangun aplikasi native. Artinya, proyek ini tidak sekadar membikin interface berbasis web lampau membungkusnya menjadi aplikasi desktop menggunakan Electron.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menghasilkan aplikasi dengan performa tinggi, penggunaan resource nan efisien, serta pengalaman nan lebih konsisten di beragam sistem operasi.
Selain itu, ArtCraft juga menekankan bahwa file pengguna diproses secara lokal, dengan begitu pekerjaan tidak kudu terus-menerus dikirim ke cloud hanya untuk menjalankan kegunaan utama aplikasi.
Dan paling menarik sih, proyek ini mengusung konsep open source dengan lisensi permisif, nan berfaedah pengguna dan developer dapat memeriksa kode sumber, melakukan fork, maupun ikut berkontribusi dalam pengembangannya.

Kamu bisa cek di GitHub berikut.
Bisa Digunakan di Windows, Linux, dan macOS
Nah nan paling saya suka sih Crafting Apps dirancang untuk melangkah di beberapa platform desktop, termasuk Windows, Linux, dan macOS. Bahkan sejumlah aplikasi juga tersedia dalam jenis web melalui WebAssembly, sehingga bisa dijalankan melalui browser.
Untuk mempermudah instalasi, ArtCraft menyediakan ArtCraft Launcher nan dapat digunakan untuk memasang dan memperbarui beragam aplikasi dalam satu tempat, jadi hanya memerlukan satu aplikasi, pengguna juga bisa mendownload installer terpisah andaikan tersedia.

Untuk Linux, tersedia beberapa opsi mulai dari Flatpak, tarball, alias AppImage, untuk Windows juga sama, ada opsi installer, Portable dan tersedia baik x64 alias arm64, nan berfaedah jika Anda pakai Windows 11 on ARM, Anda bisa menjalankan aplikasi ini dengan tanpa ada kendala.
JIka Anda poweruser, menariknya lagi, ArtCraft mengembangkan support otomasi melalui CLI, JSON control channel, dan MCP server, dimana dengan support ini bakal memungkinkan aplikasi dikendalikan melalui script maupun AI agent, meskipun keahlian dan implementasinya dapat berbeda pada setiap aplikasi.
Apakah Sudah Siap Menggantikan Adobe dan Microsoft Office?
Nah, di bagian ini kita perlu sedikit realistis ya, meskipun cakupannya luas dan konsepnya menarik, tidak semua aplikasi Crafting Apps sudah berada pada tahap pengembangan nan matang.
Untuk saya sih ini sudah cukup banget banget ya, tapi lantaran ArtCraft tetap menandai sejumlah produknya sebagai in development, dan beberapa lainnya berada pada tahap early alpha. Artinya, fitur, stabilitas, kompatibilitas file, dan pengalaman pengguna tetap dapat berubah seiring pengembangan.
Jadi, untuk pekerjaan ahli nan berjuntai pada fitur tertentu di Microsoft Office alias Adobe Creative Cloud, sebaiknya uji terlebih dulu menggunakan salinan file sebelum menjadikannya aplikasi utama.
Namun, bagi Anda nan suka mencoba software open source alias mau mencari pengganti aplikasi berlangganan, Crafting Apps jelas menarik untuk dipantau, nah jika Anda tertarik, Anda bisa memandang daftar aplikasi, mendownload jenis nan tersedia, alias memeriksa source codenya dari link berikut getartcraft.com/apps dan github.com/storytold.
Next kita telaah masing masing aplikasinya secara terpisah, terutama mengenai Microsoft Office Alternatif guys, lantaran setelah saya coba, mantap juga.
Nah gimana menurutmu? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·