Laga Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya resmi tak digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebagaimana rekomendasi dari Polres Malang dengan surat Nomor Nomor : B/666 /IV/YAN.2.1./2026 tertanggal 21 April 2026, laga kedua tim tak diizinkan digelar di Malang dalam waktu dekat.
Hal ini merujuk juga pada keputusan I.League selaku operator Super League musim 2025 - 2026 nan dituangkan pada surat Nomor : 371/LI-KOM/IV/2026 tertanggal 22 April 2026, tentang perubahan venue pertandingan dari Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, nan digelar pada Selasa 28 April 2026.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan, pihaknya menghormati pertimbangan teknis dan keamanan nan menjadi dasar rekomendasi tersebut, dengan argumen menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Malang Raya.
Baginya kelanjutan kejuaraan sesuai agenda nan ditetapkan lebih penting,sehingga manajemen memutuskan untuk mempersiapkan langkah alternatif, salah satu opsi memindahkan letak pertandingan di Bali.
“Melihat dinamika dan rekomendasi nan ada, besar kemungkinan laga Arema FC vs Persebaya bakal kami boyong ke Bali, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Kami segera melakukan koordinasi sigap dengan pihak pengelola stadion dan otoritas keamanan setempat di Bali agar pertandingan tetap bisa melangkah sesuai jadwal,” ujar Erwin, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/4).
Meski legowo, Erwin menyebut ada rasa kekecewaan di publik sepakbola Malang nan berambisi laga ini digelar di Stadion Kanjuruhan, demi menghidupkan lagi antusiasme sepakbola di Malang. Namun, kebijakan ini diambil sebagai langkah paling moderat dengan argumen kamtibmas nan disampaikan pihak kepolisian.
“Secara emosional tentu ada rasa kecewa lantaran kemauan kami membuktikan kesiapan Kanjuruhan sangat besar. Namun, kami memilih untuk tidak larut dalam emosi. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pengarahan otoritas kepolisian dan bakal mengikuti izin nan ditetapkan,” tuturnya.
Pihakya selaku Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan suporter nan tergabung dalam Presidium Aremania. Upaya diplomasi, kedewasaan, dan komitmen nyata nan ditunjukkan Aremania dalam menjaga kondusivitas wilayah menjadi catatan moral nan sangat berbobot bagi klub.
“Kami memandang kedewasaan luar biasa dari Aremania. Langkah Presidium nan berkomunikasi secara elegan dengan Kapolda Jatim maupun Kapolres Malang adalah bentuk kecintaan tulus pada klub. Kami sangat menghargai ikhtiar mereka nan berbesar hati menerima situasi ini tanpa tindakan destruktif,” jelasnya.
Erwin juga berterima kasih kepada banyak pihak nan memberi support agar Stadion Kanjuruhan bisa menggelar laga derby klasik tersebut, meskipun ujungnya belum mendapatkan izin. Pihaknya tetap mengimbau, kepada seluruh Aremania untuk tetap tenang dan mendukung keputusan ini dengan bijak. Fokus utama saat ini adalah memastikan Arema FC dapat bertanding dengan tenang dan meraih hasil maksimal meskipun kudu bermain jauh dari rumah sendiri.
“Mari kita tunjukkan bahwa Aremania adalah suporter nan alim norma dan lebih mengutamakan kondusifitas bangsa. Tetaplah berasosiasi dan jangan terprovokasi oleh narasi nan dapat merugikan nama baik klub dan kota kita tercinta,” tukasnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·