Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).(Dok. Humas Kementerian ESDM)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal pengarahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan kerja sama daya antara Indonesia dan Rusia. Fokus utama dari kerjasama ini adalah memastikan setiap kesepakatan memberikan akibat nyata bagi ketahanan daya nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9), Bahlil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan agar hasil dari pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, tidak hanya berakhir pada komitmen di atas kertas. Agenda daya diarahkan menuju langkah konkret nan memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional.
"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama daya dengan Rusia kudu memperkuat ketahanan daya nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan prasarana energi, maupun pengembangan teknologi daya masa depan," kata Bahlil.
Fokus Kerja Sama Sektoral
Kehadiran Menteri ESDM dalam forum tersebut bermaksud menerjemahkan pembahasan tingkat kepala negara ke dalam kerja sama teknis di sektor daya dan sumber daya mineral. Bahlil menyebut tiga pilar utama nan menjadi pengarahan Presiden:
- Peningkatan produktivitas minyak dan gas bumi (migas).
- Pembangunan prasarana daya nan terintegrasi.
- Pengembangan teknologi daya masa depan.
Presiden Prabowo Subianto dalam sesi pleno EEF ke-11 menegaskan bahwa kemitraan kedua negara kudu melampaui sekadar pertukaran barang. Rusia dinilai mempunyai kelebihan pada pengetahuan pengetahuan dan rekayasa maju, sementara Indonesia menawarkan pasar domestik nan besar serta posisi strategis sebagai pintu masuk area ASEAN.
Eksplorasi Migas hingga Energi Nuklir
Pemerintah Indonesia secara terbuka menyambut investasi Rusia untuk meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, hingga pengolahan migas. Selain sektor konvensional, ruang kerja sama juga dibuka lebar untuk pengembangan daya terbarukan dan teknologi mutakhir.
| Minyak dan Gas Bumi | Eksplorasi, peningkatan produksi, dan pengolahan. |
| Energi Terbarukan | Investasi teknologi hijau dan smart grid (jaringan cerdas). |
| Energi Nuklir | Pemanfaatan untuk tujuan tenteram dengan standar keselamatan tertinggi. |
Terkait daya nuklir, Presiden Prabowo secara spesifik menyebut kesukaan pada teknologi modular dan berskala penuh nan memenuhi perlindungan internasional. Hal ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk kemandirian daya nasional.
"Kerja sama ini kudu konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional," tegas Bahlil. Kementerian ESDM bakal terus memantau kesempatan ini agar beralih bentuk menjadi program investasi nan mendukung pasokan daya dalam negeri secara berkelanjutan. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·