Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Wilayah Sipil, 73 Warga Terluka

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Awaludin , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |12:56 WIB

Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Wilayah Sipil, 73 Warga Terluka

Pendukung Houthi menggelar unjuk rasa di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026, menentang koalisi ketua Saudi (Foto: Osamah Abdulrahman/ AP)

JAKARTA - Konflik antara Arab Saudi dan golongan Houthi di Yaman kembali memanas. Arab Saudi menuduh Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah letak sipil, dan ekonomi di wilayah kerajaan hingga melukai sedikitnya 73 penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Tuduhan tersebut disampaikan pada Selasa (8/9), ketika pertempuran di Yaman semakin meningkat. Pemerintah Yaman nan didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional diketahui tengah melancarkan serangan jawaban untuk merebut kembali wilayah nan dikuasai Houthi.

Juru Bicara Koalisi Pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan serangan Houthi menyasar sejumlah letak sipil dan ekonomi di Provinsi Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Namun, al-Maliki tidak menjelaskan kapan serangan tersebut terjadi.

Dia menyebut serangan Houthi sebagai "eskalasi berbahaya" sekaligus "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan Arab Saudi. Menurutnya, serangan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap penduduk negara maupun masyarakat di kerajaan tersebut.

"Koalisi bakal mengambil semua langkah operasional nan diperlukan untuk menghadapi serangan dan bertindak terhadap sumber ancaman tersebut," ujar al-Maliki dalam pernyataannya nan dilansir dari Aljazeera, Selasa (8/9/2026). 

Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi mengenai tuduhan tersebut.

Sebelumnya, Houthi justru menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap sebuah penjara di al-Hazm, Provinsi al-Jawf, Yaman bagian utara. Serangan tersebut diklaim menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Houthi menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari "agresi Saudi nan sedang berjalan terhadap Yaman" dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak bakal dibiarkan tanpa balasan. Arab Saudi belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑