Arab Saudi Marah Besar ke Iran, MBS Kutuk Teheran

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi dilaporkan marah besar ke Iran. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengecam dan mengutuk serangan "brutal" Teheran terhadap Bahrain.

Hal ini terungkap selama percakapan telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Kamis. MBS, menurut Saudy Press Agency (SPA), memberi support penuh dan solidaritas kerajaan terhadap Bahrain.

"Selama panggilan telepon, Pangeran Mohammed (MBS) menyatakan 'kecaman dan kecaman' Arab Saudi atas serangan nan menargetkan wilayah Bahrain," muat laman Turki, Anadolu Agency, Jumat (5/6/2026).

"Dia juga menegaskan kembali 'solidaritas penuh' kerajaan tersebut dengan Bahrain dan 'mendukung segala tindakan nan diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitasnya'," tulis media itu lagi.

Foto kolase Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. (Dok. AFP)Foto kolase Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. (Dok. AFP) Foto: Foto kolase Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. (Dok. AFP)

Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam serangan baru awal pekan ini, setelah militer Amerika melakukan serangan di dekat Selat Hormuz, menyerang kapal nan menuju Teheran serta Pulau Qeshm. Teheran membalas dengan serangan rudal pada hari Rabu, ke pangkalan AS, nan berada Bahrain dan Kuwait.

Khusus di Kuwait, drone Iran diklaim menghantam Bandara Internasional Kuwait menewaskan satu orang dan menyebabkan 63 orang terluka. Warga nan tewas disebut pelonco g dari India.

Sebelumnya Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan sikap berasosiasi dari negara-negara Teluk setelah serangan ke Kuwait dan Bahrain. UEA menyebut perihal itu adalah agresi berkali-kali Iran terhadap 'negara-negara bersaudara'.

"Sikap tegas, bersatu, dan kohesif di Teluk sangat penting. Tidak ada negara Teluk nan kudu menghadapi serangan ini sendirian, lantaran keamanan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) saling berhubungan, kepentingan mereka sama, dan nasib mereka sama," kata penasihat presiden UEA Anwar Gargash dalam sebuah postingan di X, dikutip AFP.

"Agresi ini tidak hanya menargetkan satu negara, tapi menargetkan kita semua," tambahnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News