Apple Masuk ke Pasar Ponsel Lipat, Apa yang Bikin iPhone Duo Berbeda?

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Apple memberikan lapisan nano-texture pada layar untuk mengurangi pantulan sinar sekaligus membikin area lipatan terlihat lebih samar.

iPhone Duo. dok. Apple

Apple akhirnya memasuki pasar smartphone lipat melalui iPhone Duo. Perangkat ini membawa dua layar nan terhubung melalui engsel dan dapat dibuka seperti buku. 

Kehadiran iPhone Duo membikin Apple kudu berhadapan dengan pemain nan lebih dulu mengembangkan kategori ini, salah satunya Samsung melalui Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. 

Karena itu, menarik untuk tidak hanya memandang spesifikasi nan ditawarkan Apple, tetapi juga pendekatan teknologi nan digunakan untuk mengatasi tantangan smartphone lipat.

Lantas, apa nan sebenarnya menjadi kelebihan iPhone Duo dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold8 alias ponsel lipat lainnya?

Salah satu tantangan pada ponsel lipat terletak pada layarnya. Selain kudu fleksibel, panel juga kudu dapat memperkuat dari penggunaan nan berulang tanpa membikin lipatan di bagian tengah terasa mengganggu.  

Apple menggunakan layar Super Retina XDR berukuran 7,6 inci pada bagian dalam iPhone Duo. Layar tersebut mendukung ProMotion hingga 120Hz dan kecerahan puncak hingga 3.000 nit. 

Layar luar berukuran 5,4 inci menggunakan rasio aspek nan sama agar perpindahan tampilan ketika perangkat dibuka alias ditutup tetap konsisten.

Apple memberikan lapisan nano-texture pada layar untuk mengurangi pantulan sinar sekaligus membikin area lipatan terlihat lebih samar.

Di kembali panel tersebut terdapat bangunan berlapis nan dirancang khusus. Apple menggunakan lapisan polimer dengan kekakuan 40% lebih tinggi, lampau kaca dengan kekuatan tinggi di kedua sisi panel, serta perekat unik nan memungkinkan lapisan lapisan tersebut bergerak mengikuti proses ketika layar dilipat dan dibuka. 

Hasil akhirnya adalah crease nan dibuat seminimal mungkin. 

Pendekatan ini menjadi salah satu kelebihan iPhone Duo, karena crease tidak hanya menjadi persoalan estetika, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan saat memandang layar.

Samsung juga mengembangkan struktur Flex Titanium dan Armor FlexHinge pada Galaxy Z Fold8 untuk menjaga corak layar sekaligus membikin lipatan lebih samar.

Keunggulan iPhone Duo bukan terletak pada ponsel lipat pertama nan dapat menyelesaikan masalah crease ini, namun terlihat pada gimana Apple membikin lipatan menjadi tidak terlalu  mengganggu. 

Engsel menjadi komponen krusial pada ponsel lipat, karena menentukan gimana perangkat bergerak sekaligus meneruskan tekanan ke layar.

Apple menggunakan engsel dengan lebih dari 100 komponen nan dipadukan dengan rangka titanium dan magnet untuk membantu kedua sisi perangkat tetap sejajar.

Perangkat ini mempunyai ketebalan 5,2 mm saat dibuka dan 11,3 mm saat dilipat dengan berat 254 gram. Sedangkan, Galaxy Z Fold8 lebih tipis dan ringan, ialah 4,5 mm saat dibuka dengan berat 201 gram.

Keunggulan iPhone Duo justru terlihat pada sertifikasi ketahanannya. Perangkat ini mempunyai rating IP68, sedangkan Galaxy Z Fold8 membawa rating IP48. 

Perbedaan ini membikin iPhone Duo menawarkan perlindungan nan lebih tinggi terhadap partikel tertentu. 

Salah satu perihal nan cukup menarik pada iPhone Duo justru berada pada sistem autentikasi. Apple tidak menjelaskan secara spesifik argumen di kembali keputusan tersebut. 

Namun, absennya Face ID menjadi perubahan nan cukup signifikan bagi pengguna nan sudah terbiasa membuka iPhone menggunakan pengenalan wajah. 

Apple kembali mengandalkan Touch ID nan ditempatkan pada tombol samping sehingga autentikasi tetap dapat digunakan ketika perangkat dalam kondisi terbuka maupun tertutup. 

Di sisi lain, kamera FaceTime pada layar dalam ditempatkan di kembali panel sehingga tidak memerlukan notch. Pendekatan ini membikin layar utama tampak lebih bersih dan lega. 

iPhone Duo menggunakan chip A20 Pro dengan fabrikasi 2nm nan dipadukan dengan vapor chamber untuk membantu mengelola panas.

Apple menyatakan A20 Pro memberikan peningkatan CPU hingga 20 persen dan GPU hingga 40 persen dibandingkan A19 Pro. 

Sistem termalnya juga diklaim bisa mempertahankan performa hingga 35 persen lebih baik dibandingkan iPhone 17 Pro dalam penggunaan berkelanjutan.

Untuk baterai, Apple menggunakan dua unit nan ditempatkan pada masing-masing sisi perangkat. 

Konfigurasi tersebut diklaim bisa memberikan pemutaran video hingga 31 jam melalui layar utama dan 44 jam melalui layar luar.

Apple juga menyebut perangkat dapat mengisi daya hingga 50 persen dalam sekitar 20 menit menggunakan hubungan kabel. 

Pengisian melalui MagSafe alias Qi2 memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai kapabilitas nan sama.

Pada bagian kamera, Apple justru mengambil pendekatan nan cukup sederhana. iPhone Duo mempunyai dua kamera belakang 48MP nan terdiri dari kamera utama dan ultrawide.

Kamera utama tersebut dapat menghasilkan pembesaran 2x dengan kualitas optik dan menawarkan rentang optical-quality zoom hingga 4x. 

Namun, perangkat ini tidak mempunyai kamera telefoto unik seperti nan digunakan pada sejumlah ponsel flagship.

Jika memandang hardware saja, iPhone Duo sebenarnya tidak membawa seluruh teknologi nan betul-betul baru ke pasar ponsel lipat. 

Layar dengan crease nan semakin samar, engsel fleksibel, kamera di kembali layar, hingga bodi nan tahan air sudah lebih dulu dikembangkan oleh sejumlah produsen.

Hal nan lebih menarik justru ada pada langkah Apple menggabungkan teknologi tersebut dengan iOS 27.

Apple merancang ulang antarmuka agar bisa memanfaatkan layar besar ketika perangkat dibuka. 

Dock dan navigasi dipindahkan ke sisi layar, sementara pengguna dapat menjalankan dua jendela dari aplikasi nan sama, seperti Safari.

Dibandingkan Galaxy Z Fold8, iPhone Duo mempunyai beberapa kelebihan seperti layar dengan crease nan dibuat sangat samar, sertifikasi IP68, serta integrasi erat antara A20 Pro dan iOS 27. 

Namun, perangkat ini juga mempunyai sejumlah pertimbangan. Bobot dan ketebalannya tetap lebih besar dibandingkan Fold8, kamera belakang tidak mempunyai sensor telefoto khusus, dan Face ID digantikan Touch ID. 

Dengan demikian, kelebihan iPhone Duo bukan terletak pada teknologi nan sepenuhnya baru. Apple justru menggabungkan beragam teknologi nan sudah ada dan dikembangkan melalui ponsel lipat, namun dikemas dengan pengalaman nan lebih familiar bagi pengguna iPhone. 

Pendekatan ini dapat menjadi tantangan sekaligus kekuatan bagi iPhone Duo. 

Apple kudu dapat membuktikan bahwa kombinasi beragam keunggulannya cukup menarik untuk membikin pengguna iPhone beranjak ke perangkat lipat. 

Selengkapnya
Sumber Tek.id
Tek.id