APBNamp;nbsp;2026 Tekor Rp319 Triliun, Suahasil: Sejak Awal Didesain Defisit 2,8 Persen

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |11:05 WIB

 Sejak Awal Didesain Defisit 2,8 Persen

APBN  2026 Tekor Rp319 Triliun, Suahasil: Sejak Awal Diidesain Defisit 2,8 Persen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, keahlian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga penutupan September 2026 dengan realisasi Pendapatan Negara hingga akhir September 2026 telah terakumulasi sebesar Rp2.341,5 triliun.

Capaian tersebut setara 74,2 persen dari sasaran APBN alias mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 25,5 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, pos Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp2.660,5 triliun, alias 69,2 persen dari total pagu anggaran, serta tumbuh 19 persen secara tahunan. Dengan kondisi tersebut, posisi defisit anggaran tercatat berada di level 1,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kita menuju penyelenggaraan APBN nan memang dari awal sejak ditetapkan didesain untuk defisit,” kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (9/10/2026).

Suahasil menjelaskan bahwa pergerakan defisit anggaran menunjukkan tren kenaikan nan terkendali seiring dengan percepatan penyerapan shopping pemerintah. Sebagai pembanding, posisi defisit APBN pada bulan sebelumnya tetap berada di nomor 0,9 persen terhadap PDB.

“Nanti kita bakal menuju kepada defisit di akhir tahun 2,8 persen. Ini adalah perjalanan APBN,” tegas Suahasil.

Sebelumnya Suahasil menegaskan bahwa defisit APBN sebesar Rp319,0 triliun alias setara 1,24 persen PDB hingga akhir September 2026.

Suahasil menegaskan posisi defisit tersebut dirancang untuk menopang daya beli dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui ekspansi shopping negara.

“Artinya kita kreasi agar shopping negara bisa lebih tinggi dari apa nan kita kumpulkan dari masyarakat pendapatan negara. APBN bakal terus menjadi APBN nan menumbuhkan, APBN nan melindungi, dan APBN nan bakal terus kredibel. Angka-angkanya kita jaga, sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN nan mengumpulkan duit dari rakyat, namun juga belanjanya kembali lagi kepada masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑