Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konvensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (18/9).(Dok Kementerian Keuangan)
ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dioptimalkan sebagai instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika dunia nan tidak menentu. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci ketahanan ekonomi domestik saat ini.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap terjaga berkah permintaan domestik nan kuat. "Di tengah dinamika global, pertumbuhan kita terus terjaga. Permintaan domestik cukup kuat, stabilitas ekonomi kita jaga, dan sinergi kebijakan makro, ialah kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, kita jaga dengan baik," ujar Suahasil dalam konvensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (18/9).
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Meningkat
Sebagai langkah nyata perlindungan masyarakat, pemerintah menerapkan sistem pembayaran kompensasi dan subsidi secara bulanan kepada penyedia jasa publik seperti PLN dan Pertamina. Hingga Agustus 2026, total biaya nan telah disalurkan mencapai Rp331,4 triliun.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya. "Tahun ini sampai dengan Agustus, nan sudah dibayarkan sebesar Rp331 triliun, alias sekitar Rp100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," jelas Suahasil.
Kenaikan realisasi ini berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap peralatan dan jasa nan didukung nilai pemerintah, nan meliputi:
- Kenaikan volume konsumsi BBM sebesar 8,8 persen.
- Peningkatan volume LPG sebesar 2,6 persen.
- Pertumbuhan jumlah pengguna listrik bersubsidi sebesar 2,1 persen.
- Penyaluran volume pupuk di sektor pertanian melonjak 23,4 persen.
- Pertumbuhan jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 5,9 persen.
Indikasi Aktivitas Ekonomi nan Bergerak
Suahasil menilai bahwa peningkatan penggunaan barang-barang bersubsidi tersebut merupakan parameter positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Dukungan APBN melalui subsidi dan kompensasi berkedudukan vital dalam menjaga keterjangkauan nilai peralatan nan diatur pemerintah (administered prices).
"Ini nan saya maksud tadi, ekonominya melangkah terus. Salah satunya didukung oleh barang-barang nan harganya diatur oleh pemerintah. Memang ada subsidi dan kompensasi nan kita bayarkan," tambahnya.
Komitmen Kredibilitas Fiskal: Meskipun shopping subsidi meningkat, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas APBN dengan memperkuat pendapatan, memastikan shopping efektif dan produktif, serta mengelola defisit secara sehat dan terkendali.
Pemerintah memastikan bakal terus menggunakan APBN untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perekonomian Indonesia melalui pengelolaan fiskal nan akuntabel. (RO/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·