Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |11:48 WIB

APBN Defisit Rp54,6 Triliun di Januari 2026 (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan keahlian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp54,6 triliun alias setara dengan 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Purbaya, postur fiskal nasional berada pada kondisi nan stabil dengan tingkat defisit nan terjaga.
"Angka ini tetap sangat terkendali dan tetap dalam koridor kreasi APBN 2026," tegas Purbaya dalam konvensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan info realisasi per 31 Januari 2026, keahlian pendapatan dan shopping negara menunjukkan dinamika. Pendapatan Negara terkumpul sebesar Rp172,7 triliun. Pendapatan ini berasal dari penerimaan perpajakan nan tetap solid serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) nan didorong oleh stabilitas nilai komoditas.
Realisasi shopping negara mencapai Rp227,3 triliun, alias mencakup 5,9 persen dari pagu anggaran nan ditetapkan dalam APBN 2026. Penyerapan ini difokuskan untuk membiayai beragam program prioritas nasional dan shopping modal pemerintah.
Keseimbangan Primer mencatatkan defisit sebesar Rp4,2 triliun, nan menunjukkan selisih antara pendapatan negara dikurangi shopping negara (di luar pembayaran kembang utang).
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·