Apakah Aman jika Kendaraan Sering Diisi Bensin Eceran? Ini Faktanya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Apakah Aman jika Kendaraan Sering Diisi Bensin Eceran? Ini Faktanya

Apakah Aman jika Kendaraan Sering Diisi Bensin Eceran? Ini Faktanya (Ilustrasi/@toprakrazgatlioglu7)

JAKARTA - Apakah kondusif jika kendaraan sering diisi bensin eceran? Fakta mengenai keamanan kendaraan jika sering isi bensin satuan bakal diulas. 

Membeli bensin satuan kerap menjadi pilihan bagi pengendara, terutama sepeda motor, ketika SPBU tidak ditemukan di sekitar alias saat kendaraan kehabisan bahan bakar di waktu nan mendesak. 

Namun, tidak sedikit nan menilai bahan bakar satuan berisiko merusak kendaraan, lantaran kualitasnya diyakini tidak sama dengan bensin nan dijual di SPBU.

Meski praktis, pengisian tangki kendaraan dengan bensin satuan sebaiknya dihindari. Selain lantaran penyedia jasa tersebut tidak mengantongi izin usaha, kualitas bahan bakar nan dijual pun tidak dapat dijamin.

Lalu, apa saja dampaknya jika pengendara terus mengisi bahan bakar di penjual BBM eceran? Berikut sejumlah ancaman bensin satuan nan perlu diwaspadai, sebagaimana dikutip dari laman My Pertamina, Selasa (20/10/2026): 

1. Risiko BBM Oplosan

Seperti telah diuraikan sebelumnya, mutu bensin maupun solar satuan tidak dapat dijamin. Berbeda dengan BBM di SPBU Pertamina nan kualitasnya senantiasa diawasi, bahan bakar satuan tidak melalui pengawasan serupa.

Minimnya kontrol membikin para penjual lebih leluasa bertindak. Sebagian oknum berpotensi melakukan praktik nan merugikan konsumen, salah satunya mengoplos BBM.

Dalam praktik pengoplosan, oknum hanya memasukkan sedikit BBM murni. Sisanya dicampur dengan bahan bakar nan tidak sesuai dengan kebutuhan kendaraan, baik berupa BBM berbobot lebih rendah maupun unsur lain seperti air, paint thinner, hingga minyak mentah.

2. Risiko Turunnya Kualitas BBM

Tidak semua penjual bensin satuan memilih mengoplos dagangannya. Namun, perihal itu tidak serta-merta menjamin mutu bahan bakar tetap terjaga. Pasalnya, bensin satuan lazimnya dipajang dalam botol kaca cerah di pinggir jalan dan terpapar sinar mentari secara langsung dalam waktu lama, tanpa penyimpanan nan memenuhi standar keselamatan maupun kualitas.

Paparan panas dan sinar mentari tersebut dapat memicu perubahan komposisi kimiawi pada bensin. Sebagian senyawa nan mudah menguap berpotensi menguap lebih dulu, sehingga karakter bahan bakar berubah dan performa pembakaran di dalam mesin menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi keahlian kendaraan dan mempercepat keausan komponen mesin.

3. Kerusakan Pompa Bensin

Penggunaan bensin satuan nan tidak murni dan berbobot rendah dapat menyebabkan pompa bensin kendaraan rusak. Padahal, komponen ini bekerja penting, ialah menyalurkan bahan bakar dari tangki ke rel bahan bakar (fuel rail) di mesin. Dari situ, bensin disemprotkan ke intake port untuk selanjutnya dibakar.

Jika pompa bensin mengalami kerusakan, kegunaan penyaluran tersebut tidak lagi melangkah dan komponen perlu segera diperbaiki alias diganti. Biaya nan kudu dikeluarkan pun tergolong besar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑