Antrean BBM Mengular Ratusan Meter di Buleleng Bali, Bupati Buka Suara

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Antrean kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai ratusan meter. Kendaraan roda dua dan roda empat mengular sampai ke jalan raya.

Kondisi itu salah satunya terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, Rabu (14/10/20 Antrean nan panjang membikin penduduk menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Salah satu warga, Edy Toro, mengatakan sudah mengantre sekitar dua jam. Dia memerlukan BBM untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah sekitar dua jam saya mengantre. Antreannya panjang banget. Tetapi, mau tidak mau kudu nunggu lantaran kendaraan perlu BBM buat kerja. Kalau terus kayak gini, tidak bisa kerja," ujar Toro, dikutip dari detikBali.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra buka bunyi soal antrean panjang pembelian BBM di wilayahnya.

Sutjidra menyatakan stok BBM di Bali tercukupi. Menurutnya, berasas hasil pemantauan pemerintah daerah, antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang.

"Kami sudah memantau beberapa letak SPBU. Antrean sudah mulai agak lengang. Memang tetap ada antrean, tetapi pasokannya dipastikan sudah mencukupi untuk seluruh Bali sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15 ada lagi pasokan," kata Sutjidra.

Sutjidra mengatakan Pertamina telah memastikan pasokan BMM. Pemkab Buleleng juga telah menugaskan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi UKM untuk memantau kondisi SPBU.

Sutjidra meminta masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan lantaran cemas kehabisan stok. Dia mengimbau penduduk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menggunakan jeriken alias botol untuk menimbun bahan bakar.

"Kami berambisi masyarakat tidak lagi panic buying, artinya kudu membeli bahan bakar sesuai kebutuhan. Jangan sampai membawa jeriken alias botol. Pemerintah sudah menjamin pasokan BBM untuk Pulau Bali," ujarnya.

Menurut Sutjidra, pembelian BBM menggunakan jeriken tidak lagi dilayani. Namun, sebelumnya ada diskresi bagi pembawa botol mini nan motornya mogok. Mereka diberikan membeli 2-3 liter agar bisa sampai di SPBU.

Sutjidra juga memastikan antrean BBM belum mengganggu pelayanan darurat, seperti kebutuhan bahan bakar rumah sakit dan pengangkutan sampah. Kebutuhan BBM untuk jasa tersebut sudah diatur melalui sistem khusus.

"Untuk pelayanan darurat rumah sakit, kemudian sampah dan lain sebagainya, belum terganggu. Kita sudah punya langganan, jadi sudah ada agenda kapan mereka bisa mengambil bahan bakar. Pak Gubernur juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina," kata Sutjidra.

Baca buletin selengkapnya di sini.

(fra/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑