Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut setiap RW di Jakarta sudah disediakan perangkat pemadam api ringan (APAR). Penyediaan APAR itu dilakukan sebagai langkah antisipasi kebakaran di Jakarta saat musim kemarau.
Pramono mengatakan dirinya telah meminta jajarannya agar menyediakan APAR di setiap RW. Menurutnya, program penyediaan APAR tersebut saat ini sudah berjalan.
"Saya juga tadi mau memastikan bahwa pada setiap RW itu APAR-nya sudah tersedia, sehingga jika ada apa-apa, maka antisipasi kita sudah kita lakukan bersama," kata Pramono di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai cakupan APAR di tingkat wilayah, Pramono menyebut setiap RW ditargetkan mempunyai APAR. Dia meyakini program tersebut sekarang telah terpenuhi.
"Untuk APAR saya meminta setiap RW memilikinya, dan lantaran ini program sudah berjalan, saya percaya sekarang setiap RW sudah memilikinya," ujarnya.
Di sisi lain, Pramono menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Khusus pada Agustus, jumlah kebakaran mencapai 240 kasus.
Pramono menyebut korsleting listrik menjadi dugaan penyebab kebakaran nan paling dominan. Penyebab lainnya ialah pembakaran sampah serta keteledoran penduduk membuang puntung rokok.
"Yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik. Kemudian nan kedua adalah pembakaran sampah dan juga ada beberapa nan terjadi lantaran keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya," ucap Pramono.
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran paling banyak, disusul Jakarta Timur. Menurut Pramono, Kecamatan Tambora dan Cakung sebagai wilayah nan mempunyai potensi kebakaran tinggi.
(bel/fas)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·