Anthony Leong(Dok spesial )
CALON Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa HIPMI kudu kembali memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi nan bisa melahirkan lebih banyak pengusaha baru di seluruh Indonesia. Menurut Anthony, tantangan terbesar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan lahirnya generasi baru wirausahawan nan bisa menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing nasional.
"HIPMI kudu menjadi pabrik pengusaha baru Indonesia. Organisasi ini tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya pengusaha nan sudah sukses, tetapi kudu menjadi wadah nan melahirkan lebih banyak pengusaha sukses dari beragam wilayah dan beragam latar belakang," ucap Anthony dalam keterangannya, Senin (8/6).
Anthony menjelaskan bahwa sejumlah negara maju mempunyai rasio kewirausahaan nan jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Padahal, semakin banyak jumlah pengusaha dalam suatu negara, semakin besar pula keahlian negara tersebut dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan.
Di sisi lain, Indonesia bakal menghadapi puncak bingkisan demografi dalam dua dasawarsa mendatang. Pada periode tersebut, jumlah masyarakat usia produktif bakal mendominasi struktur masyarakat nasional. Menurut Anthony, momentum tersebut kudu dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak pelaku upaya baru agar bingkisan demografi betul-betul menjadi kekuatan ekonomi nasional.
"Bonus demografi tidak boleh hanya menghasilkan pencari kerja. Kita kudu menciptakan lebih banyak pembuat lapangan kerja. Di sinilah peran HIPMI menjadi sangat penting. Jangan sampai kalangan intelektual hanya menjadi ASN mindset-nya" terang dia.
Anthony menilai HIPMI mempunyai modal besar untuk menjalankan misi tersebut. Sebagai organisasi pengusaha terbesar di Indonesia, HIPMI mempunyai jaringan hingga tingkat wilayah nan dapat menjadi ekosistem pembinaan, pendampingan, dan percepatan bagi generasi muda nan mau terjun ke bumi usaha. Karena itu, dia mendorong agar HIPMI ke depan semakin aktif menghadirkan program-program nan berorientasi pada pembuatan pengusaha baru, mulai dari training kewirausahaan, mentoring bisnis, akses pembiayaan, ekspansi jaringan pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.
"Masih banyak anak-anak muda nan mempunyai buahpikiran dan semangat berusaha, tetapi terkendala akses permodalan, pendampingan, dan jaringan bisnis. HIPMI kudu datang menjadi solusi dan jembatan bagi mereka untuk berkembang," imbuhnya.
Anthony juga menekankan bahwa lahirnya pengusaha baru kudu menjadi aktivitas nasional nan melibatkan pemerintah, bumi usaha, lembaga pendidikan, perbankan, dan beragam pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kerjasama tersebut krusial untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan nan lebih kuat dan inklusif.
Lebih jauh, Anthony menegaskan bahwa semangat mencetak pengusaha baru juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia memerlukan lebih banyak perusahaan nasional nan tumbuh, lebih banyak penemuan nan lahir dari anak bangsa, serta lebih banyak lapangan kerja nan tercipta dari sektor produktif.
"Kalau kita mau menjadi negara maju, maka jumlah pengusaha kudu terus bertambah. Negara nan kuat adalah negara nan mempunyai banyak pelaku upaya nan produktif, inovatif, dan bisa bersaing secara global," sebutnya.
Selain aspek ekonomi, Anthony menegaskan bahwa proses kaderisasi pengusaha juga kudu dibangun di atas fondasi moral nan kuat. Ia meyakini keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh keahlian bisnis, tetapi juga oleh integritas, etika, dan komitmen untuk memberikan faedah bagi masyarakat.
"Sebagaimana nan saya sampaikan dalam beragam kesempatan, esensial ekonomi nan kuat kudu ditopang oleh fondasi moral nan kuat. Karena itu, HIPMI kudu melahirkan pengusaha nan tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga mempunyai karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa," tegas Anthony.
Ia optimistis dengan kekuatan jaringan dan semangat kerjasama nan dimiliki HIPMI, organisasi tersebut dapat menjadi motor utama lahirnya generasi pengusaha baru nan bakal membawa Indonesia menuju kemajuan ekonomi nan lebih inklusif dan berkelanjutan.
"HIPMI kudu menjadi rumah besar bagi lahirnya para pembuat lapangan kerja, inovator, dan pemimpin ekonomi masa depan Indonesia. Inilah kontribusi nyata nan dapat kita berikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·