Antara 1887 dan 1893, ginekolog Belanda C.H. Stratz bekerja di Surabaya dan Batavia, dan terus mendengar cerita bahwa para dukun Jawa sanggup membikin seorang wanita berakhir subur. Rahasianya rupanya tersimpan di kembali satu istilah berarti ganda, ankat prut, nan bisa berfaedah pijatan biasa seusai melahirkan alias manipulasi rahim untuk mencegah kehamilan. Lewat kasus-kasus pasiennya, Stratz menyimpulkan tekniknya berupa retrofleksi rahim nan sengaja ditimbulkan lewat aktivitas tangan dari luar. Inilah kisah pengetahuan reproduksi milik wanita Jawa nan nyata meski berisiko, dan nan kemudian terhapus dari ingatan ketika makna kata dukun menyempit menjadi sekadar urusan magis.
Dunia persalinan nan bukan milik dokter
Satu Istilah untuk Dua Hal nan Sangat Berbeda
"Sebuah julukan nan juga dipakai untuk usapan nan sepenuhnya tidak rawan di wilayah pinggang saat masa nifas. Dengan langkah demikian, tidak pernah bisa dipastikan apa nan sebenarnya dimaksud sang dukun dengan Ankat prut dalam suatu kasus."
Kasus 1888
"Rahasia dukun untuk menimbulkan kemandulan terletak pada retrofleksi rahim nan ditimbulkan secara buatan melalui aktivitas tangan dari luar."
Seberapa Manjur Sebenarnya?
"Pengembalian rahim itu sangat susah dan sering gagal, tetapi kehamilan tetap kerap terjadi jika para wanita percaya pada skill itu."
Ilmu nan Terhapus dari Ingatan
"Dengan senang hati saya akui juga bahwa dalam perihal ini saya telah belajar banyak dari para kolega wanita berkulit kecokelatan itu."
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·