
Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Angkie Yudistia.
JAKARTA – Keterwakilan wanita dalam politik tidak cukup berakhir pada pemenuhan kuota pencalonan. Perempuan juga perlu mempunyai kapasitas, akses kepemimpinan, dan ruang nan setara untuk memengaruhi keputusan politik serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Angkie Yudistia menekankan pentingnya mengubah keterwakilan wanita dari sekadar kehadiran dalam struktur politik menjadi partisipasi substantif dalam perumusan kebijakan. Upaya tersebut memerlukan kaderisasi terarah, peningkatan kapasitas, dan support organisasi nan berkelanjutan.
“Kita juga kudu mewujudkan keterwakilan substantif, ialah keahlian wanita untuk berperan-serta dalam perumusan kebijakan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan memengaruhi keputusan politik,” ujar Angkie, Rabu (21/10/2026).
Angkie menyampaikan perihal tersebut dalam obrolan publik DPP Partai Perindo bertema Menakar Ambang Batas Parlemen 1%. Menurut dia, keterwakilan wanita merupakan bagian krusial dari kerakyatan nan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk golongan rentan.
Dia mendorong penguatan kader wanita melalui pemetaan potensi, rekrutmen nan inklusif, serta pendidikan politik nan mencakup kepemimpinan, komunikasi politik, advokasi, literasi kebijakan, dan strategi kampanye nan etis. Akses wanita terhadap posisi strategis dalam kepengurusan dan penentuan kandidat juga perlu diperluas.
“Pertama, memperkuat kaderisasi dan kualitas calon perempuan. Kedua, memastikan koordinasi serta support organisasi di seluruh tingkatan. Ketiga, membangun sistem pertimbangan keterwakilan nan berbasis info dan berkelanjutan,” ujarnya.
Strategi tersebut, menurut Angkie, perlu disertai pendampingan lintas wilayah dan support sumber daya nan setara bagi kader perempuan. Dokumentasi praktik baik dari beragam wilayah juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan perempuan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·