Anggota Panja Pengawasan Dorong Polri Usut Kematian Sutrimo Secara Transparan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Politikus PKB Hasbiallah Ilyas ditemui setelah pendaftaran RK-Suswono di KPU Jakarta, Rabu (28/8). Foto: Abid Raihan/kumparan

Anggota Panja Pengawasan Kasus Dugaan Tipikor Febrie Adriansyah, Hasbiallah Ilyas menyatakan support penuh kepada Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus kematian Sutrimo nan diduga sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah secara profesional.

Menurutnya, penanganan perkara tersebut kudu mengedepankan pembuktian ilmiah agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hasbiallah mengatakan langkah sigap kepolisian sangat krusial mengingat terdapat sejumlah indikasi awal nan perlu didalami melalui proses penyelidikan dan investigasi nan komprehensif.

"Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak sigap mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Hasbiallah kepada wartawan, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, berasas info nan beredar, kondisi jenazah nan mengeluarkan busa dari mulut dan hidung menjadi salah satu temuan awal nan memerlukan pembuktian ilmiah.

Namun demikian, dia menegaskan penyebab pasti kematian Sutrimo hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan forensik. Oleh karenya, Hasbiallah memandang transparansi penanganan sangat dibutuhkan.

"Melihat kondisi jenazah nan mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasatmata terdapat indikasi kuat nan mengarah pada dugaan keracunan. Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan memerlukan hasil uji laboratorium forensik serta otopsi nan mendalam," katanya.

Garis polisi terpasang letak peristiwa kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Hasbiallah juga menyoroti bahwa almarhum nan disebut sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie. Kondisi tersebut, menurut dia, membikin perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar.

"Keterkaitan latar belakang ini membikin spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke beragam arah jika tidak segera ditangani secara transparan," tutur politikus PKB itu.

Lebih lanjut, dia menegaskan Polri perlu mengedepankan scientific crime investigation alias investigasi berbasis bukti ilmiah dalam mengungkap perkara tersebut.

"Tidak ada jalan lain bagi Polri selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya ketegasan dan keterbukaan kepolisian nan bisa menjawab kesimpangsiuran publik serta menuntaskan teka-teki kematian almarhum," tandas Hasbiallah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan