ANGGOTA DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat.(Dok. NasDem)
ANGGOTA DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong pemerintah untuk memberikan insentif serta perlindungan bagi ibu rumah tangga nan menjalankan kegunaan pengasuhan. Langkah ini dinilai strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan manusia di Indonesia.
Menurut Viktor, pekerjaan pengasuhan mempunyai akibat jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Hal ini dikarenakan proses pengasuhan dilakukan setiap hari dengan mencurahkan waktu, tenaga, perhatian, hingga pengorbanan kesempatan pribadi.
"Para ibu rela mengorbankan segala nan mereka miliki, waktu, tenaga, perhatian, kesempatan, apalagi kenyamanan diri untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik," ujar Viktor dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Fondasi Karakter dan Nasionalisme
Viktor menilai family merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai esensial seperti keberanian, tanggung jawab, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah air mulai diperkenalkan melalui hubungan sehari-hari di rumah.
"Di tangan seorang ibu, nilai-nilai kehidupan paling banyak ditanamkan. Keberanian, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta tanah air mulai dibentuk dari rumah," katanya.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak boleh hanya berjuntai pada pembelajaran umum di sekolah. Lingkungan family berkedudukan krusial dalam membentuk langkah pandang anak terhadap diri sendiri, orang lain, dan kehidupan sosial secara luas.
Lebih lanjut, Viktor menyebut bahwa rasa nasionalisme dapat ditanamkan sejak awal melalui pengajaran mengenai keberagaman, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama.
"Nasionalisme pun tumbuh dari rumah. Dari cerita seorang ibu tentang Indonesia, dari aliran untuk menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan berani melakukan sesuatu nan baik bagi bangsa," tuturnya.
Investasi Jangka Panjang
Atas dasar peran vital tersebut, Viktor mendorong agar perhatian terhadap ibu rumah tangga masuk ke dalam agenda prioritas pembangunan manusia. Ia menegaskan bahwa support negara sangat diperlukan mengingat tanggung jawab pengasuhan nan besar sering kali dilakukan tanpa support memadai dan tanpa batas waktu kerja.
Ia memandang pemberian insentif dan kebijakan perlindungan bukan sekadar corak penghargaan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Bagi saya, ibu adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Apa nan ditanamkan seorang ibu di rumah bakal ikut menentukan manusia seperti apa nan tumbuh dan kelak membangun bangsa ini," tegas Viktor.
Menutup pernyataannya, dia meyakini bahwa dengan memperkuat peran ibu, Indonesia sedang menyiapkan generasi nan mempunyai karakter kuat untuk masa depan. "Ketika seorang ibu mengajarkan anaknya untuk berani, bertanggung jawab, peduli kepada sesama, dan mencintai Indonesia, sesungguhnya dia sedang menanam bibit masa depan bangsa," pungkasnya. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·