Pentagon(AFP)
DEPARTEMEN Perang Amerika Serikat (AS) telah meminta Kongres untuk mengalokasikan biaya tambahan sebesar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1,42 kuadriliun) guna menutupi biaya mengenai operasi di Iran serta biaya-biaya lainnya. Kabar itu dilaporkan Wall Street Journal dengan mengutip pihak-pihak nan mengetahui pembahasan tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan finansial militer tersebut dalam percakapan telepon dengan personil Kongres AS pekan ini, menurut laporan pemberitaan nan terbit pada Kamis (18/6) malam itu.
Selain itu, ketua Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin bakal kehabisan biaya operasional pada musim panas ini jika Kongres kandas mengesahkan rancangan undang-undang shopping militer nan baru, tambah surat berita tersebut.
Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 saat ini adalah mencapai sekitar 1 triliun dolar AS. Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, nan mengakibatkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.
Kemudian pada malam menjelang tanggal 18 Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh nan mengatur pengakhiran bentrok militer tersebut. Memorandum tersebut juga menetapkan agenda bagi AS untuk mencabut blokade lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·