Anggaran 2027 Kurang Rp 121 Triliun, Menteri PU Jamin Masih Aman

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memerlukan anggaran hingga Rp 219,81 triliun pada 2027 mendatang. Kebutuhan ini didasarkan pada rencana pembangunan prasarana tahun depan, kontrak-kontrak pembangunan nan sedang berjalan, serta support terhadap agenda pembangunan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pagu sugestif Kementerian nan dipimpinnya untuk tahun anggaran (TA) 2027 baru sebesar Rp 98,47 triliun. Artinya tetap ada sekitar Rp 121,34 triliun kebutuhan anggaran nan tetap belum tertampung dalam rencana APBN tahun depan.

Dalam perihal ini, menurutnya kekurangan anggaran itu tidak bakal mempengaruhi pengerjaan program alias proyek-proyek pembangunan nan direncanakan Kementerian PU. Sebab pihaknya sudah memetakan proyek prioritas apa nan bakal dikerjakan pada 2027 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan sudah prioritaskan dengan anggaran nan ada kita mau mengerjakan apa," kata Dody saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya jika kelak Kementerian PU mendapatkan penugasan proyek tambahan, biasanya mereka bakal mendapatkan biaya alias anggaran tambahan seiring pembangunan. Sehingga dia tidak begitu khawatir.

"Jadi jika ada tambahan ya kita, kayak seperti 2026 saja, kita dikasih tambahan ya kita buat merancang sesuatu nan baru lagi, dan tadi kan nan kurang itu sebetulnya nan paling banyak itu kan musibah kurang separuh, gitu-gitulah," ujarnya.

Selain itu, Dody beranggapan dalam beberapa proyek prasarana pemerintah bisa menggunakan skema kerja sama dengan badan upaya alias KPBU, alias lebih melibatkan swasta dalam proses pendanaan maupun pengerjaan.

"Beberapa tempat juga pasti kita sorong ke sana. Arahan persediaan begitu, kan? Tapi di sorong swasta ikut masuk. Tadi nan dibilang misalnya jalan diperbatasan, itu kan menggunakan loan," terangnya.

Atas dasar inilah meski kebutuhan anggaran 2027 tetap kurang Rp 121,34 triliun, Dody beranggapan tidak bakal ada halangan berfaedah dalam operasional alias aktivitas sehari-hari Kementerian nan dipimpinnya itu.

"Jadi kondusif lah, menurut saya sih kondusif lah," ujar Dody.

Proses saja, proses seperti biasa. Masih lama 2027, sekarang lho tetap budal Juni. Tenang bos, kondusif bos," sambungnya.

(igo/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance