Kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemulihan dan peningkatan jasa air bersih di Kota Padang terus diwujudkan melalui support anggaran pemerintah pusat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebut total support pemerintah pusat untuk Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang sekarang telah mendekati Rp 1 triliun, termasuk pembangunan dan perbaikan prasarana pascabencana.
Hal itu disampaikan Andre saat berbareng Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeni Isa, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi meninjau letak rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Palukahan di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (21/8/2026).
Turut datang Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang Andri Satria, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya.
Andre mengatakan, perhatian pemerintah pusat tersebut merupakan jawaban atas keluhan masyarakat Kota Padang nan selama ini menghadapi persoalan kualitas dan kontinuitas air bersih, terutama setelah musibah nan merusak sejumlah prasarana PDA.
“Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan jeritan, teriakan, tangisan masyarakat Kota Padang nan mengeluhkan kondisi air PDAM-nya sangat jelek,” kata Andre.
Menurut Andre, salah satu proyek strategis nan tengah dikerjakan adalah SPAM Palukahan. Proyek tersebut mempunyai nilai anggaran sekitar Rp3 08 miliar dari APBN, dengan nilai perjanjian sekitar Rp 274 miliar. Pembangunan SPAM ini mempunyai kapabilitas produksi 200 liter per detik dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027.
“Pemerintah Presiden Prabowo melakukan pembangunan dua instalasi PDAM. nan pertama di Palukahan ini, sudah selesai tender, sudah ada pemenang dan sedang pekerjaan. Nilai anggarannya Rp308 miliar menggunakan APBN. Ini produksinya sekitar 200 liter per detik untuk tambahan kebutuhan di Kota Padang,” ujar Andre.
Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeni Isa menjelaskan, SPAM Palukahan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas jasa air minum di Kota Padang. Dengan kapabilitas 200 liter per detik, proyek tersebut nantinya mendukung pelayanan masyarakat sekaligus menambah sekitar 18.000 sambungan rumah.
“Alhamdulillah hari ini kami berada di pekerjaan peningkatan SPAM Taban 3 alias Palukahan dengan kapabilitas 200 liter per detik. Nantinya sebagian bakal melayani wilayah pusat dan penambahan jaringan sambungan rumah sekitar 18.000 sambungan rumah,” jelas Maria Doeni.
Doeni mengatakan, wilayah pusat nan dimaksud ialah Kota Padang, termasuk 12 rumah sakit dan instansi pemerintahan serta pelayanan bagi sekitar 600.000 jiwa. Namun, pada tahap awal kapabilitas 200 liter per detik tersebut diproyeksikan melayani sekitar 200.000 jiwa.
Setelah SPAM Gunung Pangilun selesai dibangun kembali, SPAM Palukahan nan sekarang dikerjakan bakal diarahkan untuk melayani wilayah utara. Dengan seluruh proyek melangkah sesuai rencana, kualitas air di Kota Padang ditargetkan memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan pada 2028.
“Insya Allah kualitas airnya sampai 2028 diharapkan seluruh Kota Padang kualitas airnya bersih sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan,” katanya.
Andre mengatakan, pembangunan tersebut diharapkan dapat mengakhiri persoalan air keruh nan selama ini dikeluhkan masyarakat. “Tidak lagi air nan mirip kopi susu,” kata Andre.
Selain SPAM Palukahan, pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan SPAM pengganti Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun dengan rencana anggaran sekitar Rp400 miliar. Infrastruktur tersebut dirancang mempunyai kapabilitas sekitar 500 liter per detik dan menjadi solusi permanen atas kondisi instalasi Gunung Pangilun nan sudah berumur sangat tua.
“Yang satu lagi insya Allah kelak pengganti PDAM di Gunung Pangilun. Itu sekitar Rp 400 miliar, rencananya 500 liter per detik. Kita bakal sorong agar persoalan tanahnya diselesaikan sehingga kapabilitas 500 liter per detik ini bisa menggantikan Gunung Pangilun,” jelas Andre.
Maria Doeni mengatakan, pembangunan SPAM pengganti Gunung Pangilun tetap memerlukan kepastian lahan. Pemerintah memerlukan lahan sekitar 13.000 meter persegi, sementara lahan nan tersedia saat ini baru sekitar 5.000 meter persegi.
Andre meminta pencarian lahan untuk proyek tersebut tidak berjuntai pada lahan nan masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Ia mendorong pemerintah wilayah dan lembaga mengenai mencari pengganti lahan nan tidak berstatus LSD agar proses pembangunan tidak terhambat. “Kita cari pengganti lain lahannya,” tegasnya.
Maria menambahkan, andaikan lahan segera tersedia, proses kreasi rinci alias DED dapat dilakukan tahun ini, dilanjutkan lelang pada Februari 2027 dan perjanjian pada Mei 2027. Pekerjaan ditargetkan selesai Desember 2028.
Sementara itu, Andri Satria menjelaskan support pemerintah pusat juga mencakup penanganan kerusakan prasarana PDAM akibat bencana. Ia menyebut sebagian besar intake PDAM Kota Padang terdampak dan mengalami kerusakan.
“Secara teknis semua intake kita sebagian besar terdampak dan hancur. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Bu Doeni dan Pak Andre nan telah memberikan banyak support kepada kami,” ujar Andri.
Andri menyebut jika seluruh support pembangunan, perbaikan dan tanggap darurat dihitung, total support pemerintah pusat untuk PDAM Kota Padang telah mendekati Rp1 triliun.“Kalau secara total, lbih dari Rp1 triliun ya nan kita terima, termasuk tanggap darurat,” katanya.
Andri menjelaskan, support tersebut antara lain mencakup pembangunan SPAM Palukahan sekitar Rp 300 miliar, rencana pembangunan pengganti Gunung Pangilun sekitar Rp 400 miliar, serta beragam pekerjaan perbaikan dan tanggap darurat lainnya.
“Kan Rp700 miliar plus nan lain-lain. Aselator dua berfaedah Rp 200 miliar, belum nan lain, perbaikan-perbaikan intake. Hampir Rp1 triliun,” ujar Andre.
Untuk menjaga pelayanan selama pembangunan permanen berlangsung, pemerintah pusat juga melakukan perbaikan terhadap akomodasi Gunung Pangilun. Andri mengatakan terdapat dua aselator nan bermasalah. Satu unit telah selesai diperbaiki, sementara satu lainnya tetap dalam proses.
“Jadi ada dua aselator nan bermasalah. Satu sudah selesai minggu lalu, satu lagi sedang dalam proses perbaikan. Insya Allah Desember selesai semua,” kata Andri.
Maria menjelaskan perbaikan tersebut menggunakan anggaran tanggap darurat APBN sekitar Rp 60 miliar. Penanganan dilakukan untuk menjaga jasa air bersih masyarakat sampai pembangunan permanen selesai.
Untuk mengantisipasi akibat musibah berikutnya, Andri mengatakan PDAM juga bekerja sama dengan BWS Sumatera V dalam upaya mitigasi, antara lain pengerukan sedimentasi, perbaikan wilayah aliran sungai dan penanganan intake.
Menurut Andre, besarnya support pemerintah pusat menunjukkan kesungguhan Presiden Prabowo dalam menjawab persoalan air bersih di Kota Padang, sekaligus mempercepat pemulihan prasarana nan rusak akibat bencana. Dia bakal terus mengawal penyelenggaraan proyek tersebut agar pembangunan melangkah sesuai sasaran dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan keluhan masyarakat. Sekarang tugas kita memastikan anggaran dan pembangunan ini betul-betul selesai dan manfaatnya dirasakan masyarakat Kota Padang,” tegas Andre.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·