Andre Rosiade Minta Stadion Haji Agus Salim Segera Dibongkar untuk Direnovasi

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memastikan proyek pembaharuan Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang terus bergerak menuju tahap pelaksanaan. Ia meminta Pemprov Sumbar bisa segera melakukan pembongkaran agar pembangunan bisa dilakukan.

Hal ini disampaikan Andre saat meninjau perkembangan proyek pembaharuan GHAS berbareng Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Sumatera Barat, R Rifi Firdaus pada Senin (8/6).

Pernyataan tersebut juga disampaikan Andre sekaligus menjawab beragam pertanyaan masyarakat nan selama ini mempertanyakan kepastian pembangunan stadion kebanggaan penduduk Sumbar tersebut.

“Banyak sekali pertanyaan dari masyarakat, kapan stadion ini dibangun, kapan dibongkar, apakah ini hanya omong-omong alias dongeng saja. Karena itu hari ini kami menjelaskan langsung perkembangan terbarunya,” kata Andre nan juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Ketua DPD Gerindra Sumbar itu menjelaskan, pembangunan Stadion Haji Agus Salim bukan pekerjaan sederhana lantaran stadion tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Secara aturan, tanggung jawab perbaikan dan pembaharuan sebenarnya berada di tangan Pemprov Sumbar melalui APBD.

Namun lantaran keterbatasan keahlian finansial daerah, Andre mengaku mengambil inisiatif melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat agar pembaharuan stadion bisa dibiayai melalui APBN.

“GHAS itu aset Pemprov Sumbar. Harusnya nan melakukan pembaharuan adalah pemerintah provinsi menggunakan APBD. Tapi lantaran keahlian APBD Sumbar terbatas, kami melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Alhamdulillah Presiden Prabowo menyetujui anggaran untuk pembangunan stadion sekaligus penataan kawasannya,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.

Andre menyebut proses tender pembangunan saat ini sudah memasuki tahap akhir. Bahkan dalam waktu dekat pemenang tender bakal ditetapkan sebelum mendapatkan persetujuan akhir dari Kementerian PU.

“Insyaallah dalam beberapa hari ke depan sudah ada pemenang tender. Untuk persetujuan pemenang oleh Menteri PU ditargetkan akhir Juni. Jadi secara administrasi, akhir Juni semuanya sudah selesai,” kata Ketua DPD Gerindra Sumbar.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade (kanan) meninjau Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Andre, pemerintah pusat melalui kontraktor pemenang tender sebenarnya sudah siap memulai pembangunan pada 1 Juli 2026. Namun penyelenggaraan pekerjaan tetap berjuntai pada kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk melakukan pembongkaran stadion sebagai pemilik aset.

“Kalau seluruh manajemen selesai, 1 Juli kontraktor sudah siap bekerja. Persoalannya sekarang apakah stadionnya sudah dibongkar alias belum. Karena nan bertanggung jawab melakukan pembongkaran adalah pemilik aset, ialah Pemerintah Provinsi Sumbar,” tegas Andre.

Andre mengungkapkan rencana tender pembongkaran stadion nan sebelumnya dijadwalkan melangkah pada Juni ini justru mengalami penundaan hingga waktu nan belum ditentukan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sasaran penyelesaian proyek secara keseluruhan.

“Kalau masyarakat mau tahu kapan stadion ini dibangun, tanyakan juga kepada Pemprov Sumbar, kapan pembongkarannya dilakukan. Setelah stadion dirobohkan, pemerintah pusat melalui kontraktor siap memulai pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian PU di Sumbar, Rifi Firdaus, membenarkan bahwa pihaknya tetap menunggu proses pembongkaran nan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar.

“Kami terus bekerja-sama dengan Pemprov mengenai aset GHAS ini. Pembongkaran tidak bisa dilakukan pemerintah pusat lantaran asetnya milik Pemprov. Semakin sigap pembongkaran dilakukan, semakin sigap kami memulai pekerjaan konstruksi,” ujar Rifi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan proyek pembaharuan Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang terus bergerak menuju tahap pelaksanaan. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Rifi, proyek pembaharuan stadion dirancang sebagai proyek multiyears sehingga waktu penyelenggaraan kudu dijaga agar tidak terus berkurang akibat keterlambatan pembongkaran.

“Kami memerlukan waktu pembangunan sekitar 16 bulan. Jangan sampai waktu itu terus berkurang lantaran proses awal terlalu lama. Itu sebabnya kami berambisi ada percepatan dari Pemprov,” katanya.

Rifi memperkirakan proses pembongkaran stadion memerlukan waktu sekitar dua bulan. Jika pembongkaran baru dimulai pada Juli 2026, maka pekerjaan bangunan utama kemungkinan baru bisa dimulai pada September 2026.

Menanggapi perihal itu, Andre meminta para suporter Semen Padang FC memahami tahapan nan kudu dilalui dalam proyek pembangunan stadion tersebut. Ia menyebut keterlambatan pembongkaran dapat berakibat pada mundurnya waktu penggunaan stadion oleh Kabau Sirah.

“Kalau pembongkaran dimulai Juli dan selesai dua bulan kemudian, maka kemungkinan bangunan baru dimulai September. Dengan waktu pembangunan sekitar 16 bulan, kemungkinan Semen Padang FC baru bisa kembali bermain di Stadion Haji Agus Salim pada musim 2027/2028,” ujarnya.

Andre menegaskan pemerintah pusat telah menunjukkan komitmen penuh dengan menyiapkan anggaran dan memproses tender pembangunan.

Karena itu, dia berambisi tahapan nan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar dapat segera dituntaskan agar proyek nan sudah lama dinantikan masyarakat tersebut tidak kembali mengalami keterlambatan.

“Sekali lagi, kontraktor dari Kementerian PU siap membangun mulai 1 Juli 2026. Kuncinya sekarang ada di Pemerintah Provinsi Sumbar, kapan pembongkaran stadion dilakukan. Kalau itu selesai, pembangunan bisa langsung berjalan,” tegas Andre.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan