Andoni Iraola Punya PR Besar Usai Liverpool Dipermalukan Leeds

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Pelatih baru Liverpool Andoni Iraola. Foto: Dok Liverpool FC

Tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat berhujung dengan catatan merah setelah mereka takluk 2-4 dari Leeds United di Soldier Field, Chicago, Senin (3/8). Manajer Andoni Iraola kudu menghadapi realita pahit setelah tim asuhannya kolaps di babak kedua dengan kebobolan empat gol hanya dalam waktu 25 menit.

Liverpool sebenarnya menunjukkan performa bagus pada babak pertama. Dengan kembalinya Alexander Isak dan Florian Wirtz ke dalam susunan pemain utama, The Reds tampil tajam dan langsung menekan pertahanan Leeds sejak menit awal.

Keunggulan Liverpool dibuka oleh bek muda Luke Chambers pada menit ketujuh, memanfaatkan umpan pojok Dominik Szoboszlai nan sempat menyentuh Milos Kerkez. Dominasi mereka semakin terasa ketika Trey Nyoni, gelandang berbakat berumur 19 tahun, mengirimkan umpan silang bagus kepada Jeremie Frimpong, nan kemudian menyodorkannya kepada Florian Wirtz untuk mencetak gol kedua pada menit ke-40.

Rotasi Ekstrem di Babak Kedua

Bencana bagi Liverpool dimulai setelah turun minum ketika Iraola melakukan pergantian pemain secara massal. Kurangnya kedalaman skuad dan kekuatan bentuk sangat terlihat ketika barisan pertahanan muda nan diisi oleh Calvin Ramsay, Ifeanyi Ndukwe, Mor Talla Ndiaye, dan Kostas Tsimikas dieksploitasi dengan mudah oleh anak asuh Daniel Farke.

instagram embed

Leeds United sukses menyarangkan empat gol tanpa balas hanya dalam kurun waktu 25 menit. Sektor bola meninggal kembali menjadi kelemahan nyata bagi Liverpool, sementara beberapa pemain senior seperti Curtis Jones dan Federico Chiesa juga kandas memberikan kontribusi maksimal untuk meredam agresivitas musuh di babak kedua.

Evaluasi Penting Iraola di Bursa Transfer

Kekalahan telak ini memberikan gambaran jelas bagi Iraola mengenai sektor mana saja nan kudu segera dibenahi sebelum kejuaraan resmi dimulai. Ia mengakui adanya kekhawatiran mengenai aktivitas transfer pemain nan belum rampung selama periode musim panas ini.

“Saya khususnya membenci bulan Agustus ini lantaran kejuaraan sudah dimulai tetapi Anda tetap belum tahu apakah ada pemain nan bakal pergi alias siapa nan bakal datang, ada banyak ketidakpastian,” ujar Iraola seperti dilansir BBC Sport.

Meski kecewa dengan hasil akhir, pembimbing asal Spanyol tersebut menilai laga ini sebagai pelajaran berbobot nan sangat berfaedah untuk mengevaluasi kekuatan timnya secara keseluruhan.

“Saya pikir kami belajar banyak hal. Jelas ini bukan hasil nan diinginkan, tetapi saya pikir ini mungkin laga persahabatan paling berfaedah nan kami mainkan, dengan langkah positif di babak pertama dan negatif di babak kedua. Kami belajar banyak dan saya rasa kami bisa mengambil konklusi nan baik serta menyelesaikan beberapa masalah,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan