Ancaman Global Bayangi Ekonomi Indonesia 2026

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Foto Bisnis

Pradita Utama - detikFinance

Kamis, 28 Mei 2026 06:02 WIB

Jakarta - Ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat pada 2026 akibat tekanan global, bentrok geopolitik, dan melemahnya perdagangan dunia.

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta, Selasa (26/5/2026). Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta. Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta, Selasa (26/5/2026). Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7 hingga 5 persen pada 2026. Angka tersebut lebih rendah dibanding sasaran pertumbuhan pemerintah nan selama ini berada di atas 5 persen. Perlambatan ini dipengaruhi situasi dunia nan belum stabil dan tekanan ekonomi di beragam negara.  

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta, Selasa (26/5/2026). Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Dalam laporan nan disampaikan pada forum Spring Meetings IMF-Bank Dunia di Washington, D.C., Chief Economist IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyebut bentrok berkepanjangan di Timur Tengah menjadi salah satu aspek nan menghalang pemulihan ekonomi global.  

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta, Selasa (26/5/2026). Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Ketidakpastian geopolitik menyebabkan investasi dan aktivitas perdagangan bumi melambat.Di dalam negeri, tantangan struktural seperti rendahnya daya beli masyarakat, tingginya nomor pemutusan hubungan kerja, hingga perlambatan industri manufaktur turut menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Kondisi tersebut berpotensi menekan konsumsi rumah tangga nan selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Suasana gedung perkantoran di area pusat upaya Jakarta, Selasa (26/5/2026). Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi dunia nan dipicu bentrok geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berakibat pada sejumlah sektor upaya di dalam negeri.

Sejumlah pelaku upaya juga mulai mengantisipasi potensi penurunan permintaan pasar. Kenaikan nilai bahan baku impor dan perubahan nilai tukar rupiah dinilai dapat meningkatkan biaya produksi, terutama bagi industri nan tetap berjuntai pada bahan baku dari luar negeri.

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance